Subsidi TDL sampai akhir tahun Rp100 T
Rabu, 05 September 2012 - 15:59 WIB
Subsidi TDL sampai akhir tahun Rp100 T
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengaku tengah berupaya menata pendistribusian subsisi Tarif Dasar Listrik (TDL) yang diprediksi akan menembus angka Rp100 triliun pada akhir tahun 2012.
"Kalau kita lihat subsidi listrik bisa Rp100 triliun di 2012, jadi kita mesti meyakinkan bahwa subsidi itu bisa digunakan dengan baik dalam arti yang memang betul memerlukan subsidi itu yang kita bantu," ungkap Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Dengan diberlakukan kenaikan TDL, Agus menyatakan, subsidi yang telah disediakan diharapkan dapat diberikan dengan tepat sasaran sekaligus mampu menjangkau kelas menengah ke bawah.
"Masyarakat yang tidak perlu subsidi, itu harus bisa kita kurangi, nah ini mesti ditata. Seandainya subsidi itu ditata, kita upayakan supaya lebih dekat ke biaya produksi sehingga tidak semuanya mendapat subsidi begitu besar," tegasnya.
Guna bisa menjaga komposisi subsidi listrik yang diberikan ke pada masyarakat sesuai dengan porsinya, menurut Agus, perlu dilakukan kerja sama dengan kementerian ESDM dan Pertamina agar upaya-upaya pembatasan dan pengendalian subdisi listrik dapat dilaksanakan dengan baik.
"Kan kasian suka gak tepat sasaran. Jadi memang nanti inisiatornya Menteri ESDM dan Pertamina. Programnya bukan hanya menata subsidi, menata distribusi tapi juga dilakukan upaya pembatasan-pembatasan dan pengendalian. Jadi itu adalah kombinasi yang dilakukan pemerintah untuk bisa mengendalikan subsidi lebih baik," tegas Agus.
"Kalau kita lihat subsidi listrik bisa Rp100 triliun di 2012, jadi kita mesti meyakinkan bahwa subsidi itu bisa digunakan dengan baik dalam arti yang memang betul memerlukan subsidi itu yang kita bantu," ungkap Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Dengan diberlakukan kenaikan TDL, Agus menyatakan, subsidi yang telah disediakan diharapkan dapat diberikan dengan tepat sasaran sekaligus mampu menjangkau kelas menengah ke bawah.
"Masyarakat yang tidak perlu subsidi, itu harus bisa kita kurangi, nah ini mesti ditata. Seandainya subsidi itu ditata, kita upayakan supaya lebih dekat ke biaya produksi sehingga tidak semuanya mendapat subsidi begitu besar," tegasnya.
Guna bisa menjaga komposisi subsidi listrik yang diberikan ke pada masyarakat sesuai dengan porsinya, menurut Agus, perlu dilakukan kerja sama dengan kementerian ESDM dan Pertamina agar upaya-upaya pembatasan dan pengendalian subdisi listrik dapat dilaksanakan dengan baik.
"Kan kasian suka gak tepat sasaran. Jadi memang nanti inisiatornya Menteri ESDM dan Pertamina. Programnya bukan hanya menata subsidi, menata distribusi tapi juga dilakukan upaya pembatasan-pembatasan dan pengendalian. Jadi itu adalah kombinasi yang dilakukan pemerintah untuk bisa mengendalikan subsidi lebih baik," tegas Agus.
(gpr)
Lihat Juga :