Jasa Marga bangun tol akses pelabuhan
Sabtu, 08 September 2012 - 08:23 WIB
Jasa Marga bangun tol akses pelabuhan
A
A
A
Sindonews.com - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan membangun jalan tol akses menuju Terminal Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok sepanjang 7 kilometer (km). Adapun nilai investasi dari proyek tersebut senilai Rp4 triliun.
“Perseroan akan menjadi investor untuk pembangunan proyek jalan tol tersebut, di mana sekitar 4 km akan dibangun di atas laut. Jadi, semua investasi oleh Jasa Marga,”ujar Direktur Utama JSMR Adityawarman seusai acara Penandatanganan MoU tentang Persiapan Kerja Sama Pembangunan dan Pengoperasian Jalan Tol Akses Pelabuhan PT Pelindo Indonesia II serta Kerja Sama Pengembangan dan Pemanfaatan Lahan di Areal Jalan Tol Jakarta- Tangerang, Jakarta-Bogor, dan Jakarta-Cikampek di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, dari total investasi sebesar Rp4 triliun tersebut, perusahaan jasa konstruksi pelat merah itu akan mencari sumber pendanaan mayoritas mencapai 75 persen atau setara Rp3 triliun dari konsorsium perbankan lokal dan sisanya 25 persen atau setara Rp1 triliun berasal dari kas internal perusahaan. Untuk pengembalian dari investasi tersebut, perseroan mengharapkan dari tarif kendaraan yang akan melintas di tol itu yang belum ditentukan besarannya saat ini. Pembangunan jalan tol akses pelabuhan ini akan disinkronkan dengan pelabuhan Kalibaru.
Dengan target mulai pengerjaan dilakukan pada akhir 2012, proyek jalan tol tersebut diharapkan bisa rampung pada dua tahun mendatang. Hal ini sesuai instruksi presiden bahwa New Priok harus beroperasi pada 2014. “Kalau kita mengejar selesai 2014, harus akhir tahun ini mulainya,”jelas Adityawarman.
Proyek jalan tol tersebut dibangun di atas lahan milik BKN Marunda seluas 90 hektare (ha) sehingga perseroan bersama dengan PT Pelindo II dan BKN juga melakukan MoU Penyiapan Rencana Kerja Sama Pengintegrasian Pelabuhan Tanjung Priok dengan KBN serta Pembangunan dana Pengoperasian Jalan Tol Kalibaru- Marunda. Direktur Utama KBN Raharjo Arjosiswoyo menuturkan, kerja sama ini menyebabkan Jasa Marga tidak perlu melakukan pembebasan lahan sehingga proyek bisa segera dikerjakan.
Selain itu, KBN juga akan mendapatkan nilai tambah dengan dibangunnya jalan tol di lahan perseroan lantaran harga tanah perseroan di sekitar jalan tol akan meningkat 6-7 kali lipat. “Di sisi lain, rampungnya jalan tol ini akan mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut,” imbuh dia. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino menambahkan, sesuai dengan masterplan Terminal New Priok, perseroan juga membutuhkan kerja sama dengan pengelola BNK Marunda sebab area tersebut akan menjadi pintu gerbang utama pelabuhan maupun sentra komersial lainnya.
“Kerja sama dengan Jasa Marga dan BKN menyebabkan sistem logistik nasional kita akan semakin efisien dan efektif serta lebih cepat tercapai,”imbuh dia. Pelabuhan New Priok, Lino menjelaskan, akan dibangun dalam dua tahap. Pada tahap I nilai investasinya diperkirakan sebesar USD2,5 miliar atau setara Rp23,8triliun dan tahap II sebesar USD1,5 miliar atau setara Rp14,3 triliun, dengan asumsi USD1=Rp9.500.
Adapun sumber pendanaan sebesar 20 persen berasal dari internal perusahaan, 35 persen uang muka, dan sisanya mencapai 65 persen dari eksternal, baik dari pinjaman perbankan maupun menerbitkan obligasi. Kapasitas tampung New Priok tahap I mencapai 4,5 juta Teus, sedangkan tahap II mencapai 8,5 juta teus.
Pelabuhan New Priok ini, selain akan dilengkapi dengan akses tol Kawasan Berikat Marunda, juga akan memiliki akses kereta. “Nanti akan ada akses kereta api untuk menambah kapasitas lewat Priok. Saya baru mengusulkan ke menteri perhubungan hari ini (kemarin),”ujarnya. (mai)
“Perseroan akan menjadi investor untuk pembangunan proyek jalan tol tersebut, di mana sekitar 4 km akan dibangun di atas laut. Jadi, semua investasi oleh Jasa Marga,”ujar Direktur Utama JSMR Adityawarman seusai acara Penandatanganan MoU tentang Persiapan Kerja Sama Pembangunan dan Pengoperasian Jalan Tol Akses Pelabuhan PT Pelindo Indonesia II serta Kerja Sama Pengembangan dan Pemanfaatan Lahan di Areal Jalan Tol Jakarta- Tangerang, Jakarta-Bogor, dan Jakarta-Cikampek di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, dari total investasi sebesar Rp4 triliun tersebut, perusahaan jasa konstruksi pelat merah itu akan mencari sumber pendanaan mayoritas mencapai 75 persen atau setara Rp3 triliun dari konsorsium perbankan lokal dan sisanya 25 persen atau setara Rp1 triliun berasal dari kas internal perusahaan. Untuk pengembalian dari investasi tersebut, perseroan mengharapkan dari tarif kendaraan yang akan melintas di tol itu yang belum ditentukan besarannya saat ini. Pembangunan jalan tol akses pelabuhan ini akan disinkronkan dengan pelabuhan Kalibaru.
Dengan target mulai pengerjaan dilakukan pada akhir 2012, proyek jalan tol tersebut diharapkan bisa rampung pada dua tahun mendatang. Hal ini sesuai instruksi presiden bahwa New Priok harus beroperasi pada 2014. “Kalau kita mengejar selesai 2014, harus akhir tahun ini mulainya,”jelas Adityawarman.
Proyek jalan tol tersebut dibangun di atas lahan milik BKN Marunda seluas 90 hektare (ha) sehingga perseroan bersama dengan PT Pelindo II dan BKN juga melakukan MoU Penyiapan Rencana Kerja Sama Pengintegrasian Pelabuhan Tanjung Priok dengan KBN serta Pembangunan dana Pengoperasian Jalan Tol Kalibaru- Marunda. Direktur Utama KBN Raharjo Arjosiswoyo menuturkan, kerja sama ini menyebabkan Jasa Marga tidak perlu melakukan pembebasan lahan sehingga proyek bisa segera dikerjakan.
Selain itu, KBN juga akan mendapatkan nilai tambah dengan dibangunnya jalan tol di lahan perseroan lantaran harga tanah perseroan di sekitar jalan tol akan meningkat 6-7 kali lipat. “Di sisi lain, rampungnya jalan tol ini akan mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut,” imbuh dia. Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino menambahkan, sesuai dengan masterplan Terminal New Priok, perseroan juga membutuhkan kerja sama dengan pengelola BNK Marunda sebab area tersebut akan menjadi pintu gerbang utama pelabuhan maupun sentra komersial lainnya.
“Kerja sama dengan Jasa Marga dan BKN menyebabkan sistem logistik nasional kita akan semakin efisien dan efektif serta lebih cepat tercapai,”imbuh dia. Pelabuhan New Priok, Lino menjelaskan, akan dibangun dalam dua tahap. Pada tahap I nilai investasinya diperkirakan sebesar USD2,5 miliar atau setara Rp23,8triliun dan tahap II sebesar USD1,5 miliar atau setara Rp14,3 triliun, dengan asumsi USD1=Rp9.500.
Adapun sumber pendanaan sebesar 20 persen berasal dari internal perusahaan, 35 persen uang muka, dan sisanya mencapai 65 persen dari eksternal, baik dari pinjaman perbankan maupun menerbitkan obligasi. Kapasitas tampung New Priok tahap I mencapai 4,5 juta Teus, sedangkan tahap II mencapai 8,5 juta teus.
Pelabuhan New Priok ini, selain akan dilengkapi dengan akses tol Kawasan Berikat Marunda, juga akan memiliki akses kereta. “Nanti akan ada akses kereta api untuk menambah kapasitas lewat Priok. Saya baru mengusulkan ke menteri perhubungan hari ini (kemarin),”ujarnya. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :