Daya beli masyarakat Depok terancam tingginya inflasi

Sabtu, 08 September 2012 - 20:00 WIB
Daya beli masyarakat...
Daya beli masyarakat Depok terancam tingginya inflasi
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan Statistik Kota Depok Tata Jumantara mengungkapkan, Depok menempati urutan kedua tertinggi inflasi se-Jawa Barat. Bahkan setelah melewati masa bulan puasa dan Idul Fitri kenaikan harga barang belum turun signifikan.

“Inflasi di Depok kembali tertinggi di Jawa Barat atau peringkat kedua setelah Kota Bogor. Memang, setelah Lebaran orang memahami kenaikan harga,” katanya kepada wartawan, Sabtu (8/9/2012).

Tetapi, kata dia, kalau keadaan ini terus terjadi bisa menggerogoti perekonomian dan daya beli masyarakat. Tata mengungkapkan, tingkat inflasi di Kota Depok pada bulan Agustus 2012 sebesar 1,21 persen. Menurutnya, inflasi Depok tertinggi kedua setelah kota Bogor mencapai 2,07 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan DKI dan nasional, Depok tetap tinggi. Dikatakannya, untuk inflasi di DKI Jakarta sebesar 0,81 persen dan tingkat nasional mencapai 0,95 persen. Bahkan, bila berdasarkan akumulatif atau dari Januari sampai Agustus 2012 mencapai 4,09 persen.

“Kalau secara akumulatif, inflasi di Depok itu lebih tinggi dibandingkan dengan DKI Jakarta dan nasional. Untuk Nasional saja, cuma 3,48 persen. Berarti, perlu adanya langkah yang serius dari Pemkot Depok,” terangnya.

Dia menambahkan, salah satu penyebab tingginya inflasi di Depok seperti sarana angkutan antar kota, daging sapi, ayam goreng, tahu mentah dan lainnya. Menurutnya, sejumlah barang tersebut saat lebaran naik karena banyaknya permintaan konsumen.

Untuk itu, dirinya menyarankan kepada Pemerintah Kota Depok untuk serius menangani permasalahan tersebut. Salah satunya, dengan memperbaiki sarana distribusi dan mengamankan pasokan barang.

“Ya Pemerintah Depok harus mengamankan distribusi dan menjaga ketersediaan barang. Kalau ini terpenuhi, masyarakat juga tidak akan khawatir dan perekonomian akan tetap terjaga,”paparnya.

Kepala Bagian Tata Usaha BPS Depok Bambang Pamungkas menilai kenaikan harga saat bulan Agustus bertepatan dengan bulan puasa dan Idul Fitri merupakan hal wajar. Hanya saja, imbuhnya, jika keadaan tersebut terus berlanjut juga menjadi ancaman ekonomi masyarakat lemah. Menurutnya, di sisi lain inflasi bisa menunjukkan tingkat ekonomi bagus.

“Namun, bagi masyarakat yang kurang mampu dengan penghasilan pas-pasan akan berpikir dua kali untuk membeli sejumlah barang. Kalau bagi orang mampu, berapapun kenaikan harga tidak ada masalah,” tuturnya.

Dikatakannya, saat ini Depok bersama dengan tujuh Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang mendapat perhatian khusus karena tingkat inflasinya tinggi. Apalagi, secara akumulatif lebih tinggi dibandingkan nasional. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
5 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
32 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
54 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved