Bahana tangani emisi obligasi Rp5 T
Senin, 10 September 2012 - 11:17 WIB
Bahana tangani emisi obligasi Rp5 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bahana Securities pada semester II tahun ini akan menangani jasa penjaminan emisi surat utang (obligasi) senilai Rp5 triliun untuk empat perusahaan.
”Tapi kita tidak sendiri, bersama dengan sekuritas lain,” ujar Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro di Jakarta baru-baru ini.
Adapun, perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tersebut, lanjutnya, merupakan perusahaan swasta yang bergerak di sektor perbankan, pembiayaan dan perkebunan kelapa sawit. Selain obligasi, Bahana juga akan menangani jasa pelaksana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) satu perusahaan swasta pada sektor jasa.
Disinggung mengenai nilainya, dia enggan mengungkapkan. Namun, Eko menyatakan, perusahaan jasa tersebut rencananya akan mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal IV tahun ini.
Mengenai kelanjutan proses IPO dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Waskita Karya dan PT Semen Baturaja, Eko belum bisa memastikan kapan akan direalisasikan lantaran tergantung dari pemegang saham.
Selain itu, dia menambahkan, untuk Waskita Karya masih menunggu pengalihan saham perusahaan sebanyak 99 persen dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) kepada pemerintah.
Pasalnya, untuk bisa menjadi perusahaan publik, Waskita harus menjadi perusahaan pelat merah terlebih dahulu. Sedangkan, saat ini, statusnya masih anak usaha PPA. Sementara, Semen Baturaja masih menunggu izin dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bisa menjadi perusahaan publik.
Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja Zulkifri Subli menuturkan, IPO perseroan diperkirakan mundur seiring belum dikantonginya izin dari parlemen. Diperkirakan IPO baru bisa dilaksanakan pada kuartal IV/2012 atau kuartal I/2013 dari target sebelumnya pada kuartal III tahun ini.
Semen Baturaja menargetkan bisa melepas 30 persen saham ke publik pada saat IPO dengan target dana segar mencapai Rp1 triliun. Sedangkan, Waskita menargetkan bisa merealisasikan IPO pada akhir tahun ini dengan melepas 35 persen saham dan target dana sama dengan Semen Baturaja.
Kedua BUMN ini telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas pelat merah, yakni PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana (underwriter) IPO.
Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan mencari underwriter obligasi perseroan senilai minimal Rp1,75 triliun pada akhir tahun ini.
Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, rencananya, obligasi ini akan diterbitkan pada semester I tahun depan. “Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk membayar utang yang jatuh tempo pada 2013,” paparnya.
”Tapi kita tidak sendiri, bersama dengan sekuritas lain,” ujar Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro di Jakarta baru-baru ini.
Adapun, perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tersebut, lanjutnya, merupakan perusahaan swasta yang bergerak di sektor perbankan, pembiayaan dan perkebunan kelapa sawit. Selain obligasi, Bahana juga akan menangani jasa pelaksana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) satu perusahaan swasta pada sektor jasa.
Disinggung mengenai nilainya, dia enggan mengungkapkan. Namun, Eko menyatakan, perusahaan jasa tersebut rencananya akan mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal IV tahun ini.
Mengenai kelanjutan proses IPO dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Waskita Karya dan PT Semen Baturaja, Eko belum bisa memastikan kapan akan direalisasikan lantaran tergantung dari pemegang saham.
Selain itu, dia menambahkan, untuk Waskita Karya masih menunggu pengalihan saham perusahaan sebanyak 99 persen dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) kepada pemerintah.
Pasalnya, untuk bisa menjadi perusahaan publik, Waskita harus menjadi perusahaan pelat merah terlebih dahulu. Sedangkan, saat ini, statusnya masih anak usaha PPA. Sementara, Semen Baturaja masih menunggu izin dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bisa menjadi perusahaan publik.
Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja Zulkifri Subli menuturkan, IPO perseroan diperkirakan mundur seiring belum dikantonginya izin dari parlemen. Diperkirakan IPO baru bisa dilaksanakan pada kuartal IV/2012 atau kuartal I/2013 dari target sebelumnya pada kuartal III tahun ini.
Semen Baturaja menargetkan bisa melepas 30 persen saham ke publik pada saat IPO dengan target dana segar mencapai Rp1 triliun. Sedangkan, Waskita menargetkan bisa merealisasikan IPO pada akhir tahun ini dengan melepas 35 persen saham dan target dana sama dengan Semen Baturaja.
Kedua BUMN ini telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas pelat merah, yakni PT Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana (underwriter) IPO.
Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan mencari underwriter obligasi perseroan senilai minimal Rp1,75 triliun pada akhir tahun ini.
Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, rencananya, obligasi ini akan diterbitkan pada semester I tahun depan. “Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk membayar utang yang jatuh tempo pada 2013,” paparnya.
(gpr)
Lihat Juga :