39,18 juta pelanggan dipastikan tak kena kenaikan TDL
Senin, 10 September 2012 - 22:26 WIB
39,18 juta pelanggan dipastikan tak kena kenaikan TDL
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan masih ada 39,18 juta pelanggan listrik yang tidak terkena kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang direncanakan sebesar 15 persen pada 2013.
"Jumlah tersebut berasal dari dua golongan rumah tangga yakni 450 VA sebanyak 22,17 juta pelanggan dan 900 VA sebesar 17,01 juta pelanggan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2012).
Dia mengatakan, pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA itu akan menerima subsidi sebesar Rp37,08 triliun atau 47,2 persen dari kebutuhan subsidi listrik 2013 sebesar Rp78,63 triliun. Menurutnya, pemerintah merencanakan kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen dengan kebutuhan subsidi tahun berjalan sebesar Rp78,63 triliun.
"Apabila tidak ada kenaikan maka kebutuhan subsidinya mencapai Rp93,52 triliun atau terdapat penghematan Rp14,89 triliun terhadap subsidi tahun berjalan," jelasnya.
Akan tetapi, kalau ditambah subsidi 2011 hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp7,31 triliun, carry over subsidi 2013 ke 2014 Rp5 triliun, maka kebutuhan subsidi listrik menjadi Rp80,94 triliun. Dengan kenaikan 15 persen, maka tarif tenaga listrik akan mengalami kenaikan dari Rp729 menjadi Rp814 per kWh.
Jero menjelaskan, asumsi dasar subsidi listrik RAPBN 2013 adalah pertumbuhan penjualan listrik sembilan persen, penjualan listrik 182,3 TWh, susut daya 8,5 persen, dan marjin usaha tujuh persen.
Biaya pokok penyediaan (BPP) direncanakan Rp212,07 triliun atau Rp1.163 per kWh dengan rincian biaya energi Rp112,75 triliun, depresiasi dan administrasi Rp62,49 triliun, dan pembelian dan sewa listrik Rp36,82 triliun.
Sementara, target pemakaian energi pembangkit 2013 adalah BBM 5,7 juta kiloliter sebesar 9,7 persen, batu bara 48,8 juta ton sebesar 56,65 persen, gas 357,5 TBTU sebesar 22,12 persen, panas bumi 4,2 TWh sebesar 4,8 persen, dan biodiesel dan EBT 0,01 juta kiloliter sebesar 0,52 persen.
"Jumlah tersebut berasal dari dua golongan rumah tangga yakni 450 VA sebanyak 22,17 juta pelanggan dan 900 VA sebesar 17,01 juta pelanggan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2012).
Dia mengatakan, pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA itu akan menerima subsidi sebesar Rp37,08 triliun atau 47,2 persen dari kebutuhan subsidi listrik 2013 sebesar Rp78,63 triliun. Menurutnya, pemerintah merencanakan kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen dengan kebutuhan subsidi tahun berjalan sebesar Rp78,63 triliun.
"Apabila tidak ada kenaikan maka kebutuhan subsidinya mencapai Rp93,52 triliun atau terdapat penghematan Rp14,89 triliun terhadap subsidi tahun berjalan," jelasnya.
Akan tetapi, kalau ditambah subsidi 2011 hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp7,31 triliun, carry over subsidi 2013 ke 2014 Rp5 triliun, maka kebutuhan subsidi listrik menjadi Rp80,94 triliun. Dengan kenaikan 15 persen, maka tarif tenaga listrik akan mengalami kenaikan dari Rp729 menjadi Rp814 per kWh.
Jero menjelaskan, asumsi dasar subsidi listrik RAPBN 2013 adalah pertumbuhan penjualan listrik sembilan persen, penjualan listrik 182,3 TWh, susut daya 8,5 persen, dan marjin usaha tujuh persen.
Biaya pokok penyediaan (BPP) direncanakan Rp212,07 triliun atau Rp1.163 per kWh dengan rincian biaya energi Rp112,75 triliun, depresiasi dan administrasi Rp62,49 triliun, dan pembelian dan sewa listrik Rp36,82 triliun.
Sementara, target pemakaian energi pembangkit 2013 adalah BBM 5,7 juta kiloliter sebesar 9,7 persen, batu bara 48,8 juta ton sebesar 56,65 persen, gas 357,5 TBTU sebesar 22,12 persen, panas bumi 4,2 TWh sebesar 4,8 persen, dan biodiesel dan EBT 0,01 juta kiloliter sebesar 0,52 persen.
(gpr)
Lihat Juga :