BI Rate ditahan di 5,75%
Kamis, 13 September 2012 - 14:52 WIB
BI Rate ditahan di 5,75%
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 5,75 persen. Ini masih dipandang konsisten dengan tekanan inflasi yang masih tercatat 4,58 persen (yoy) di bulan September 2012. Sasaran inflasi hingga akhir tahun adalah 4,5 persen ±1 persen.
Keseimbangan eksternal, BI menilai sejauh ini masih menunjukan defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2012 mengalami perbaikan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Namun, BI akan tetap mewaspadai tekanan terhadap transaksi berjalan terutama yang bersumber dari resiko memburuknya prospek perekonomian global.
"BI rate tetap, catatan inflasi masih konsisten, terus juga keseimbangan eksternal masih membaik. Defisit pada transaksi berjalan 2012 mengalami perbaikan," kata Direktur Eksekutif BI, Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
BI kedepan akan terus mengevaluasi dampak dari kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya dan apabila diperlukan akan mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan.
Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran. "Agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
Keseimbangan eksternal, BI menilai sejauh ini masih menunjukan defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2012 mengalami perbaikan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Namun, BI akan tetap mewaspadai tekanan terhadap transaksi berjalan terutama yang bersumber dari resiko memburuknya prospek perekonomian global.
"BI rate tetap, catatan inflasi masih konsisten, terus juga keseimbangan eksternal masih membaik. Defisit pada transaksi berjalan 2012 mengalami perbaikan," kata Direktur Eksekutif BI, Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
BI kedepan akan terus mengevaluasi dampak dari kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya dan apabila diperlukan akan mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan.
Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran. "Agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :