JK minta Pertamina kaji dampak sosial konversi mitan

Kamis, 13 September 2012 - 18:31 WIB
JK minta Pertamina kaji...
JK minta Pertamina kaji dampak sosial konversi mitan
A A A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pertamina terus mengkaji dampak sosial penerapan kebijakan konversi minyak tanah ke gas mengingat sebagian besar masyarakat penggunanya adalah rakyat miskin.

JK yang hadir sebagai pembicara kunci di hadapan forum World LP Gas Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, mengungkapkan cerita di balik sukses program konversi yang dirintis semasa dirinya menjabat Wapres.

Menurut JK, ada beberapa hal yang mesti dipikirkan Pertamina, yakni melakukan studi guna mengetahui seberapa besar keuntungan didapat, sebagaimana dilakukannya dulu.

Penggunaan mitan, kata dia, memang telah memberi dampak terhadap buruk terhadap lingkungan hidup. Namun saat bersamaan, ada persoalan dihadapi karena pemakai mitan biasanya berkaitan rumah tangga miskin.

"Makanya kita melakukan penelitian terhadap masalah sosial akibat dampak konversi tersebut. Pada 2005, awal rencana konversi ada sekira 50 juta rumah tangga yang menggunakan mitan," paparnya, Kamis (13/9/2012).

Dia melanjutkan, saat masa sulit di awal konversi, mitan disubsidi pemerintah sehingga harganya begitu murah dan terjangkau masyarakat bawah.

"Mereka yang menggunakan LPG kelas atas. Komposisinya 10 persen pengguna LPG, 90 persen mitan," ucapnya.

Diakuinya, program konversi menemukan momentum tepat ketika terjadi gejolak minyak dunia hingga mengalami peningkatan tajam.

"Semua berubah ketika harga minyak meningkat. Dalam pemikiran pemerintah kala itu, kita tak akan menaikkan harga dan menyubsidi mereka," tuturnya.

Solusi diambil pemerintah adalah memperbaiki harga energi dan menaikkan (mencabut subsidi) harga mitan. Pertanyaannya, sambung JK, bagaimana cara melakukan konversi. Pemerintah akhirnya mengambil keputusan, dengan tidak mengubah secara total penggunaan uang oleh masyarakat.

"Kita pelajari bagaimana cara masyarakat menghabiskan uangnya. Rata-rata mereka membeli lima sampai tujuh kali minyak tanah dalam satu minggu," ujar dia.

Sehingga awal 2006, ketika subsidi sangat tinggi, maka yang paling yang memberatkan adalah mitan.

Sekira 60 persen subsidi untuk mitan. Besaran subsidi untuk mitan bisa ditingkatkan sebab yang dilakukan adalah mengubah mitan, yakn bagaimana cara memasak untuk 50 juta orang miskin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Indonesia Dorong...
Pupuk Indonesia Dorong Percepatan Konversi Motor BBM ke Listrik
Wuih! Ada 1.000 Unit...
Wuih! Ada 1.000 Unit Konversi Motor Jadi Listrik Gratis di Jabodetabek, Buruan Daftar!
Pertamina Siapkan 56.000...
Pertamina Siapkan 56.000 Paket Konversi LPG untuk Nelayan Tahun Ini
Tekan Impor BBM, PLN...
Tekan Impor BBM, PLN Konversi 250 MW PLTD ke PLTS di 2022
Anggota DPR RI Minta...
Anggota DPR RI Minta Kuota Minyak Tanah di Maluku Dikembalikan
1 Juta Keluarga di Jabar...
1 Juta Keluarga di Jabar Bakal Dapat Program Konversi Gas ke Listrik
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
2 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
2 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
12 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved