Nuansa politis di balik warna tabung LPG
Kamis, 13 September 2012 - 18:37 WIB
Nuansa politis di balik warna tabung LPG
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membocorkan alasan pemberian warna-warna tabung gas yang tak lepas dari nuansa politis yang melekat pada partai politik.
Ucapan JK dilontarkan dengan bahasa bercanda saat menjadi pembicara kunci pada ajang World LP Gas Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9/2012).
Di sela penuturannya menyangkut sejarah lahirnya kebijakan konversi minyak tanah ke gas, JK sempat memancing perhatian hadirin dari kalangan pengusaha gas dan pemangku kebijakan dalam dan luar negeri, dengan ulasan singkat terkait warna tabung gas.
Seperti diketahui, tabung LPG ukuran 3 kilogram adalah berwarna hijau muda. Waktu itu sempat ada yang menawarkan agar tabung gas 3 kilogram itu berwarna kuning.
"Saya ini kan orang Golkar. Partai saya itu berwarna kuning. Saya bilang janganlah," cetusnya yang mulai memancing tawa hadirin.
Karenanya, dia meminta agar tabung gas LPG diberi warna hijau saja. Sebab, warna hijau itu merupakan lambang warna partai lain. Namun kemudian, JK meminta digabung antara agar hijau dan kuning dikombinasikan saja. "Saya bilang, kombinasikan saja warnanya," selorohnya.
Alasannya, jika tabung gas itu diberikan warna biru, maka itu merupakan warna partai yang berkuasa saat ini yakni, Partai Demokrat.
"Biru tidak. Itu partai presiden. Kalau kuning nanti saya dibilang kampanye. Jadi dipilihlah warna kombinasi itu," tukasnya yang kembali memancing gelak tawa delegasi dari 67 negara itu.
Usai melontarkan joke segar, JK kembali meenceritakan sejarah konversi mitan ke gas yang menelan dana sebesar USD1,5 juta untuk melakukan konversi bagi 50 juta rakyat yang menggunakan mitan. Kesuksesan konversi minyak tanah ke gas kata JK, diklaim telah memberi keuntungan hingga Rp40 triliun per tahunnya
Ucapan JK dilontarkan dengan bahasa bercanda saat menjadi pembicara kunci pada ajang World LP Gas Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9/2012).
Di sela penuturannya menyangkut sejarah lahirnya kebijakan konversi minyak tanah ke gas, JK sempat memancing perhatian hadirin dari kalangan pengusaha gas dan pemangku kebijakan dalam dan luar negeri, dengan ulasan singkat terkait warna tabung gas.
Seperti diketahui, tabung LPG ukuran 3 kilogram adalah berwarna hijau muda. Waktu itu sempat ada yang menawarkan agar tabung gas 3 kilogram itu berwarna kuning.
"Saya ini kan orang Golkar. Partai saya itu berwarna kuning. Saya bilang janganlah," cetusnya yang mulai memancing tawa hadirin.
Karenanya, dia meminta agar tabung gas LPG diberi warna hijau saja. Sebab, warna hijau itu merupakan lambang warna partai lain. Namun kemudian, JK meminta digabung antara agar hijau dan kuning dikombinasikan saja. "Saya bilang, kombinasikan saja warnanya," selorohnya.
Alasannya, jika tabung gas itu diberikan warna biru, maka itu merupakan warna partai yang berkuasa saat ini yakni, Partai Demokrat.
"Biru tidak. Itu partai presiden. Kalau kuning nanti saya dibilang kampanye. Jadi dipilihlah warna kombinasi itu," tukasnya yang kembali memancing gelak tawa delegasi dari 67 negara itu.
Usai melontarkan joke segar, JK kembali meenceritakan sejarah konversi mitan ke gas yang menelan dana sebesar USD1,5 juta untuk melakukan konversi bagi 50 juta rakyat yang menggunakan mitan. Kesuksesan konversi minyak tanah ke gas kata JK, diklaim telah memberi keuntungan hingga Rp40 triliun per tahunnya
(gpr)
Lihat Juga :