Pengusaha ajak buruh jaga iklim investasi
Jum'at, 14 September 2012 - 13:06 WIB
Pengusaha ajak buruh jaga iklim investasi
A
A
A
Sindonews.com - Berbagai aksi demo yang dilakukan oleh kalangan buruh yang kembali marak di berbagai wilayah di tanah air belakangan ini dikhawatirkan kalangan pengusaha dapat menggaggu iklim investasi dan aktivitas usaha yang saat ini sudah mulai kondusif.
"Takutnya para calon investor yang akan masuk akan berpikir ulang dan mengalihkan investasinya ke negara lain seperti Vietnam yang iklimnya lebih kondusif," ujar Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) yang juga Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang saat dihubungi Sindonews, Jumat (14/9/2012).
"Bahkan yang sudah beroperasipun tidak tertutup kemungkinan memindahkan pabriknya jika kita tidak mampu menciptakan kondisi yang tenang sesuai yang diharapkan," sambungnya.
Lebih lanjut Sarman berpandangan, dalam menyampaikan aspirasinya lebih baik para buruh dapat memanfaatkan jalur diskusi ketimbang harus turun ke jalan dan melakukan berbagai aksi yang cenderung destruktif serta dampak jangka panjang yang mungkin ditimbulkan justru cenderung merugikan bagi semua pihak.
Pasalnya, dari aksi yang dilakukan, apa lagi sampai mogok kerja, maka produktivitas perusahaan akan menurun dan tentu saja berdampak pada perputaran keuangan perusahaan yang pada akhirnya buruh sendiri yang harus ikut menanggung beban karena perusahaan tak mampu menutup biaya produksi, apalagi memenuhi tuntutan buruh.
"Sangat diharapkan kesadaran kita semua agar khususnya buruh agar turut menjaga kepercayaan akan daya tarik investor yang sangat besar menanamkan modalnya di Indonesia," imbaunya.
Semua tuntutan buruh sebenarnya sudah direspon baik oleh Pemerintah. Sudah saatnya kita menjaga iklim berusaha yang kondusif, dan jangan sampai demo buruh ditunggangi kepentingan politik yang merugikan dunia usaha kita," tambahnya.
"Takutnya para calon investor yang akan masuk akan berpikir ulang dan mengalihkan investasinya ke negara lain seperti Vietnam yang iklimnya lebih kondusif," ujar Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) yang juga Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang saat dihubungi Sindonews, Jumat (14/9/2012).
"Bahkan yang sudah beroperasipun tidak tertutup kemungkinan memindahkan pabriknya jika kita tidak mampu menciptakan kondisi yang tenang sesuai yang diharapkan," sambungnya.
Lebih lanjut Sarman berpandangan, dalam menyampaikan aspirasinya lebih baik para buruh dapat memanfaatkan jalur diskusi ketimbang harus turun ke jalan dan melakukan berbagai aksi yang cenderung destruktif serta dampak jangka panjang yang mungkin ditimbulkan justru cenderung merugikan bagi semua pihak.
Pasalnya, dari aksi yang dilakukan, apa lagi sampai mogok kerja, maka produktivitas perusahaan akan menurun dan tentu saja berdampak pada perputaran keuangan perusahaan yang pada akhirnya buruh sendiri yang harus ikut menanggung beban karena perusahaan tak mampu menutup biaya produksi, apalagi memenuhi tuntutan buruh.
"Sangat diharapkan kesadaran kita semua agar khususnya buruh agar turut menjaga kepercayaan akan daya tarik investor yang sangat besar menanamkan modalnya di Indonesia," imbaunya.
Semua tuntutan buruh sebenarnya sudah direspon baik oleh Pemerintah. Sudah saatnya kita menjaga iklim berusaha yang kondusif, dan jangan sampai demo buruh ditunggangi kepentingan politik yang merugikan dunia usaha kita," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :