Menkop UKM launching OVOP di Bantaeng
Sabtu, 15 September 2012 - 13:10 WIB
Menkop UKM launching OVOP di Bantaeng
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Syarifuddin Hasan Syarief me-launching program One Village One Product atau OVOP (satu desa satu produk), saat berkunjung di Bantaeng, kemarin.
Dia berharap, semua desa yang ada di Bantaeng dapat ikut menghasilkan produk andalan sehingga bisa ikut memajukan produk dalam negeri.
”Pendekatan OVOP yang disandingkan dengan koperasi dan UKM akan menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di Indonesia. Program ini akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia,” ungkap Syarifuddin, di Balai Kartini Bantaeng, kemarin.
Meski demikian, dia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pembiayaan, pemasaran dan pendampingan.
Selain itu, dia meminta kepada segenap perempuan yang ada di Kabupaten Bantaeng untuk dapat terlibat langsung dalam pengelolaan koperasi dan UKM. Dia menilai, kaum perempuan memiliki kelebihan untuk mengelola koperasi dibanding dengan kaum laki-laki.
“Saya selalu berkomunikasi dengan para pelaku koperasi. Meningkatnya kapasitas koperasi tidak lebih dari peran para perempuan. Mereka sangat disiplin dan berhati-hati,” jelas dia.
Sehingga, dia meminta kepada Pemkab Bantaeng untuk ikut mengembangkan koperasi wanita. Dia bahkan berjanji untuk membantu permodalan kepada koperasi wanita yang sudah terbentuk.
Syafruddin menyebutkan, selama kunjungannya ke beberapa provinsi di Indonesia, dia menemukan sejumlah koperasi yang menggeliat dan kebanyakan koperasi itu adalah koperasi perempuan atau koperasi yang dipimpin oleh perempuan.
“Saya sarankan, sebaiknya koperasi wanita terus dikembangkan. Soal permodalan, saya siap memberikan bantuan dana bergulir,” jelas dia.
Sementara, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah mengaku bersyukur dengan kunjungan Menkop UKM di Bantaeng. Nurdin menilai, kunjungan Menkop UKM di Bantaeng akan dapat membantu meningkatkan geliat perekonomian di Kabupaten berjuluk Butta Toa itu.
”Sejak tahun pertama pemerintahan kami, Pemkab juga ikut berpartisipasi membantu koperasi dan UKM di Bantaeng. Pemkab juga telah mengucurkan anggaran senilai Rp3 miliar untuk bantuan permodalan koperasi dan UKM di Bantaeng,” jelas Nurdin.
Bantuan itu diberikan dengan bunga sebesar nol persen. Nurdin menambahkan, selain itu, pihaknya juga terus mengalirkan dana bantuan sosial yang pencairannya dilakukan langsung ke rekening orang yang bersangkutan. Dengan begitu, penerima dana dapat mengelola dananya sendiri dengan bebas sesuai dengan aturan yang ada.
”Bantaeng menargetkan bisa menjadi pusat ekonomi Selatan Sulsel. Kami juga telah melakukan dialog dengan sejumlah kepala daerah di kawasan Sulsel mengenai tugas dan prioritas pengembangan di masing-masing daerah,” tandas Nurdin.
Dia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan direktur Pelabuhan, beberapa waktu lalu, dan telah sepakat agar Kabupaten Bantaeng akan menjadi lokasi arus lalulintas bongkar muat barang melalui laut. Saat ini, Pemkab Bantaeng juga tengah membangun pelabuhan yang ditarget sebagai pelabuhan nasional.
Dia berharap, semua desa yang ada di Bantaeng dapat ikut menghasilkan produk andalan sehingga bisa ikut memajukan produk dalam negeri.
”Pendekatan OVOP yang disandingkan dengan koperasi dan UKM akan menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di Indonesia. Program ini akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia,” ungkap Syarifuddin, di Balai Kartini Bantaeng, kemarin.
Meski demikian, dia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah sudah menyiapkan fasilitas pembiayaan, pemasaran dan pendampingan.
Selain itu, dia meminta kepada segenap perempuan yang ada di Kabupaten Bantaeng untuk dapat terlibat langsung dalam pengelolaan koperasi dan UKM. Dia menilai, kaum perempuan memiliki kelebihan untuk mengelola koperasi dibanding dengan kaum laki-laki.
“Saya selalu berkomunikasi dengan para pelaku koperasi. Meningkatnya kapasitas koperasi tidak lebih dari peran para perempuan. Mereka sangat disiplin dan berhati-hati,” jelas dia.
Sehingga, dia meminta kepada Pemkab Bantaeng untuk ikut mengembangkan koperasi wanita. Dia bahkan berjanji untuk membantu permodalan kepada koperasi wanita yang sudah terbentuk.
Syafruddin menyebutkan, selama kunjungannya ke beberapa provinsi di Indonesia, dia menemukan sejumlah koperasi yang menggeliat dan kebanyakan koperasi itu adalah koperasi perempuan atau koperasi yang dipimpin oleh perempuan.
“Saya sarankan, sebaiknya koperasi wanita terus dikembangkan. Soal permodalan, saya siap memberikan bantuan dana bergulir,” jelas dia.
Sementara, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah mengaku bersyukur dengan kunjungan Menkop UKM di Bantaeng. Nurdin menilai, kunjungan Menkop UKM di Bantaeng akan dapat membantu meningkatkan geliat perekonomian di Kabupaten berjuluk Butta Toa itu.
”Sejak tahun pertama pemerintahan kami, Pemkab juga ikut berpartisipasi membantu koperasi dan UKM di Bantaeng. Pemkab juga telah mengucurkan anggaran senilai Rp3 miliar untuk bantuan permodalan koperasi dan UKM di Bantaeng,” jelas Nurdin.
Bantuan itu diberikan dengan bunga sebesar nol persen. Nurdin menambahkan, selain itu, pihaknya juga terus mengalirkan dana bantuan sosial yang pencairannya dilakukan langsung ke rekening orang yang bersangkutan. Dengan begitu, penerima dana dapat mengelola dananya sendiri dengan bebas sesuai dengan aturan yang ada.
”Bantaeng menargetkan bisa menjadi pusat ekonomi Selatan Sulsel. Kami juga telah melakukan dialog dengan sejumlah kepala daerah di kawasan Sulsel mengenai tugas dan prioritas pengembangan di masing-masing daerah,” tandas Nurdin.
Dia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan direktur Pelabuhan, beberapa waktu lalu, dan telah sepakat agar Kabupaten Bantaeng akan menjadi lokasi arus lalulintas bongkar muat barang melalui laut. Saat ini, Pemkab Bantaeng juga tengah membangun pelabuhan yang ditarget sebagai pelabuhan nasional.
(gpr)
Lihat Juga :