IPO Freeport tunggu restu dari AS
Sabtu, 15 September 2012 - 16:10 WIB
IPO Freeport tunggu restu dari AS
A
A
A
Sindonews.com - PT Freeport Indonesia mengaku tengah menyeriusi langkah untuk mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah tersebut hanya tinggal menunggu hasil pertimbangan dari perusahaan Induknya, Freeport McMoRan Copper and Gold.
Komisaris PT Freeport Indonesia, Marzuki Darusman menjelaskan, pihaknya hanya tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya dapat melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offer (IPO).
"Prinsipnya ada (rencana listing di Indonesia) kita lihat timingnya. Karena ini kan ada kaitannya dengan saham minimal yang dimiliki perusahaan induk di Amerika," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/9/2012).
Pernyataan tersebut sekaligus merespon pernyataan yang sebelumnya diungkapkan Direktur Utama BEI, Ito Warsito yang menyebutkan bila Freeport telah mencatatkan dirinya di papan bursa, maka langkah tersebut dapat mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan ke arah yang lebih positif.
"Kalau Freeport (PT Freeport Indonesia) dan Newmont mau IPO, BEI membuka tangan. Di samping itu, masyarakat juga memiliki pilihan untuk saham perusahaan yang berkualitas," ujar Ito Warsito beberapa waktu lalu.
Komisaris PT Freeport Indonesia, Marzuki Darusman menjelaskan, pihaknya hanya tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya dapat melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offer (IPO).
"Prinsipnya ada (rencana listing di Indonesia) kita lihat timingnya. Karena ini kan ada kaitannya dengan saham minimal yang dimiliki perusahaan induk di Amerika," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/9/2012).
Pernyataan tersebut sekaligus merespon pernyataan yang sebelumnya diungkapkan Direktur Utama BEI, Ito Warsito yang menyebutkan bila Freeport telah mencatatkan dirinya di papan bursa, maka langkah tersebut dapat mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan ke arah yang lebih positif.
"Kalau Freeport (PT Freeport Indonesia) dan Newmont mau IPO, BEI membuka tangan. Di samping itu, masyarakat juga memiliki pilihan untuk saham perusahaan yang berkualitas," ujar Ito Warsito beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :