Proyek Pasar Wisata terganjal rumitnya perizinan

Senin, 17 September 2012 - 11:16 WIB
Proyek Pasar Wisata...
Proyek Pasar Wisata terganjal rumitnya perizinan
A A A
Sindonews.com - Program menjaring investor di Kabupaten Pasuruan ternyata tidak sejalan dengan fasilitas kemudahan perizinan yang dijanjikan. Gara-gara berbelitnya prosedur perizinan, proyek pasar rakyat senilai Rp5 miliar harus terbengkalai.

Proyek Pasar Wisata di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang sepenuhnya dibiayai investor terpaksa berhenti operasi karena terganjal rumitnya perizinan. Padahal konsep pasar yang akan menyedot ribuan tenaga kerja ini merupakan gagasan Pemkab Pasuruan.

Pembangunan Pasar Wisata yang saat ini dalam proses cut and fill (pembentukan dan perataan tanah), dihentikan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan. Penghentian proyek yang merupakan kerja sama antara pemerintah desa dan pihak ketiga ini menyusul adanya protes masyarakat setempat.

Gagasan pembangunan Pasar Wisata seluas 2 hektar ini diawali pada tahun 2009 lalu. Setelah dilakukan pemaparan program oleh PT Intan Multi Plus (IMP) yang mengajukan diri sebagai investor, rekomendasi pembangunan pasar di atas lahan kas desa ini diberikan Bupati Pasuruan pada April 2012.

"Setelah rekomendasi Bupati turun, kami membuat MoU dengan desa. Pemerintah desa juga telah membuat rancangan peraturan desa yang mengatur tentang pengelolaan Pasar Wisata," kata Direktur Utama PT IMP, Asep, akhir pekan lalu.

Sembari menunggu proses perijinan dan target waktu yang ditetapkan, lanjut Asep, pihaknya mengerjakan pengeprasan dan perataan kontur tanah yang memiliki ketinggian hingga 12 meter. Namun berbelitnya proses perizinan dan karena dianggap belum disosialisasikan ke masyarakat, proyek ini akhirnya dihentikan Satpol PP.

"Kami memiliki dokumen pelaksanaan sosialisasi pada forum Rembug Desa selama enam kali dan rapat koordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Pasuruan. Kami sudah mengajukan satu berkas perizinan, ternyata masih saja ada yang kurang. Sehingga kami harus memulai dari awal lagi," sesal Asep. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
5 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
5 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
5 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
6 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved