Indonesia mesti kembangkan infrastruktur laut dan udara
Senin, 17 September 2012 - 17:16 WIB
Indonesia mesti kembangkan infrastruktur laut dan udara
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menyebut, 98 persen distribusi barang di Indonesia dilakukan lewat darat dan hanya dua persen dilakukan lewat transportasi udara dan laut. Padahal, Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar dikelilingi laut.
"87 persen distribusi lewat jalan raya, 11 persen lewat kereta api, jadi 98 persen lewat darat dan hanya dua persen yang lewat laut dan udara,"ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi ditemui di Hotel Aryaduta, Senin (17/9/2012)
Oleh karena itu, sebagai negara kepulauan yang daerah-daerahnya dihubungkan dengan laut, Bayu menghimbau semua pihak untuk bekerjasama mengembangkan potensi kelautan Indonesia. Hal ini agar distribusi logistik dapat berjalan seimbang.
"Kalau ada yang mau investasi di kapal roro, ayuk. Semua investasi kita dukung, karena ini bukan hanya domainnya kementerian Perdagangan saja. Ini ada banyak, PT Pelni, semuanya harus bekerjasama," tambah dia.
Sebelumnya, Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Perekonomian Edy Putra Irawadi juga menyatakan hal yang sama. Saat ini, pemerintah sibuk membangun infrastruktur di darat, padahal Indonesia adalah wilayah kelautan yang antara daerah-daerahnya dihubungkan laut.
"Ini darat aja diurusin, diributin dalam APBN. Transportasi udara dan laut masih kurang," ungkap Edy.
Menurut Edi, dengan wilayah Indonesia yang sebagian terdiri dari wilayah laut, Indonesia memerlukan pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau-pulau sehingga pengangkutan barang bisa menggunakan kapal laut. (mai)
"87 persen distribusi lewat jalan raya, 11 persen lewat kereta api, jadi 98 persen lewat darat dan hanya dua persen yang lewat laut dan udara,"ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi ditemui di Hotel Aryaduta, Senin (17/9/2012)
Oleh karena itu, sebagai negara kepulauan yang daerah-daerahnya dihubungkan dengan laut, Bayu menghimbau semua pihak untuk bekerjasama mengembangkan potensi kelautan Indonesia. Hal ini agar distribusi logistik dapat berjalan seimbang.
"Kalau ada yang mau investasi di kapal roro, ayuk. Semua investasi kita dukung, karena ini bukan hanya domainnya kementerian Perdagangan saja. Ini ada banyak, PT Pelni, semuanya harus bekerjasama," tambah dia.
Sebelumnya, Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Perekonomian Edy Putra Irawadi juga menyatakan hal yang sama. Saat ini, pemerintah sibuk membangun infrastruktur di darat, padahal Indonesia adalah wilayah kelautan yang antara daerah-daerahnya dihubungkan laut.
"Ini darat aja diurusin, diributin dalam APBN. Transportasi udara dan laut masih kurang," ungkap Edy.
Menurut Edi, dengan wilayah Indonesia yang sebagian terdiri dari wilayah laut, Indonesia memerlukan pelabuhan-pelabuhan kecil di pulau-pulau sehingga pengangkutan barang bisa menggunakan kapal laut. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :