Investasi Proyek Kalibaru aman
Selasa, 18 September 2012 - 14:53 WIB
Investasi Proyek Kalibaru aman
A
A
A
Sindonews.com - PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II memastikan beberapa pinjaman untuk proyek Kalibaru atau New Tanjung Priok aman. Proyek yang dimulai akhir tahun 2012 tersebut dinilai aman dari segi investasi karena banyak pilihan. Pinjaman ini bisa dari bank maupun obligasi.
"Saya punya pilihan banyak. Kalibaru itu (ibarat) gadis cantik," kata Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino seusai penandatangan perjanjian Kredit Modal Kerja (KMK) di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012)
Satu pinjaman yang dapat segera dicairkan, adalah pinjaman KMK dari PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (persero) Tbk.
Dua Bank BUMN tersebut memberikan suntikan dana sebesar Rp1 triliun dengan tenor satu tahun dan bunga yang kompetitif.
"Cairnya hari ini juga bisa. Groundbreaking nya juga sudah mulai," jelasnya.
Direktur Keuangan Pelindo II, Mulyono menjelaskan perseroan sedang mengkaji penerbitan obligasi senilai Rp4 triliun dengan tenor 5-7 tahun.
Dana yang dihimpun dari obligasi ini sebagian besar akan digunakan untuk investasi terminal Kalibaru dan sisanya untuk modal perseroan.
"Obligasinya kami perkirakan paling cepat Semester I 2013, dan saat ini semuanya sedang kami proses," pungkasnya.(dna)
"Saya punya pilihan banyak. Kalibaru itu (ibarat) gadis cantik," kata Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino seusai penandatangan perjanjian Kredit Modal Kerja (KMK) di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012)
Satu pinjaman yang dapat segera dicairkan, adalah pinjaman KMK dari PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (persero) Tbk.
Dua Bank BUMN tersebut memberikan suntikan dana sebesar Rp1 triliun dengan tenor satu tahun dan bunga yang kompetitif.
"Cairnya hari ini juga bisa. Groundbreaking nya juga sudah mulai," jelasnya.
Direktur Keuangan Pelindo II, Mulyono menjelaskan perseroan sedang mengkaji penerbitan obligasi senilai Rp4 triliun dengan tenor 5-7 tahun.
Dana yang dihimpun dari obligasi ini sebagian besar akan digunakan untuk investasi terminal Kalibaru dan sisanya untuk modal perseroan.
"Obligasinya kami perkirakan paling cepat Semester I 2013, dan saat ini semuanya sedang kami proses," pungkasnya.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :