Kenaikan TDL bisa bertahap 12 Bulan

Rabu, 19 September 2012 - 18:13 WIB
Kenaikan TDL bisa bertahap...
Kenaikan TDL bisa bertahap 12 Bulan
A A A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wajik mengatakan, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi pemakai listrik 1.300 watt ke atas sebesar 15 persen mulai 2013, rencananya akan dilakukan secara bertahap.

“Kalau sekaligus berat, kita cicil naiknya tiap 3 bulan naik listriknya, atau tiap bulan dibagi 12 bulan. Sudah diusulkan ke DPR, sudah ketok palu,” kata Jero Wajik, di Auditorium Badan Geologi Kementerian ESDM, Bandung, Rabu (19/9/2012).

Menurutnya, kenaikan TDL hanya berlaku bagi pengguna listrik 1.300 watt ke atas. Sedangkan pengguna listrik 900 watt ke bawah tidak mengalami kenaikan. Pengguna listrik 1.300 watt ke atas biasanya industri atau masyarakat menengah ke atas yang sudah memiliki banyak perlengkapan rumah tangga seperti kulkas, AC, dengan jumlah televisi yang lebih dari dua.

“Masa (mereka) engga mau naikan listrik dikit. Kalau sudah dihitung naik ada yang Rp3000 perbulan, Rp5.000 perbulan, ya beban sih tapi tidak beratlah. Kami sudah hitung, jadi diharapkan tidak terlalu kaget,” katanya.

Alasan naiknya tarif listrik, lanjut Jero adalah untuk mengurangi subsidi yang tahun lalu lebih dari 300 triliun. Di sisi lain negara perlu biaya bagi masyarakat yang meminta pemasangan listrik. Menurutnya, 2013 nanti ada sekira 3,1 juta calon pelanggan baru yang mengajukan pemasangan listrik antara 450 watt, 900 watt, dan 1.300 watt.

“Ini harus disikapi, kalau engga kasihan. Yang lain dapat listrik ini belum. Untuk itu perlu biaya. Biayanya dari menurunkan subsidi. Maka kami bahas dengan DPR untuk tarif listrik dinaikan sedikit. Wajarnya 15 persen dulu,” ungkapnya.

Adanya penolakan dari pengusaha, menurutnya memang wajar. Tapi Wacik meminta pihak pengusaha atau industri mengerti. Bahwa Indonesia pertumbuhan ekonomi dan industrinya makin meningkat. Sehingga banyak pihak yang memerlukan pemasangan baru. Dengan begitu, otomatis negara memerlukan pembangkit listrik baru.

“Jadi tambah pembangkit harus terima kenaikan sedikit. Kalau semua tidak terima dari mana uang (untuk membangun pembangkit listrik baru)? Kita perlu list tambahan, rakyat punya kebutuhan listrik, sedangkan utang tidak boleh banyak-banyak, jadi harus naik sedikit, begitu kan jadi gotong royong,” ungkapnya. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
54 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved