Yogyakarta terancam banjir notebook murah
Kamis, 20 September 2012 - 18:49 WIB
Yogyakarta terancam banjir notebook murah
A
A
A
Sindonews.com - Kota Yogyakarta bakal dibanjiri produk notebook (laptop) dengan harga murah. Menyusul ketatnya persaingan pasar computer dan gadget yang mulai bergeser ke produk web book tablet. Banyak distributor akan melakukan aksi banting harga menyusul seri baru di setiap merk.
Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Hadi Santono mengatakan secara nasional pertumbuhan computer tablet cukup tinggi di 2012 ini. Tingginya pertumbuhan mulai mengancam pasar notebook yang terus mengalami penurunan. Sepanjang tahun ini pasar tablet sudah tumbuh 528 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk pasar notebook mengalami penurunan dari 57,4 persen ke 47,1 persen, dan personal computer (PC) turun dari 16,4 ke 11,9 persen.
“Memang pangsa terbesar masih dipegang notebook, tetapi melihat pertumbuhan seperti ini tablet cukup mengancam,” jelas Hadi pada konferensi pers Yogyakomtek 2012, di Yogyakarta Kamis (20/9/2012).
Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukan, pertumbuhan tablet ini lebih kepada tingkat fleksibilitas. Tablet akan lebih mudah dibawa kemana saja, tanpa membebani pemiliknya. Dalam tablet sudah bisa dikoneksikan dengan layanan internet, handphone dan layanan data. Hal ini menjadi kelebihan dibandingkan dengan notebook yang masih membutuhkan fasilitas tambahan.
Saat ini, imbuhnya, produk notebook masih banyak dimiliki oleh para pedagang, agen dan supplier. Sedangkan beberapa produk baru dengan konsep lebih tipis mulai menyerbu pasar. Praktis, tidak ada alasan lain bagi pedagang selain tidak melakukan aksi banting harga. Terlebih ancaman serius dari produk tablet.
“Pasti pada pameran Yogyakomtek ini, akan ada banting harga notebook,” tutur mantan Ketua DPD Apkomindo DIY ini.
Yogyakomtek 2012 ini akan digelar mulai 29 September hingga 3 Oktober 2012 mendatang di Jogja Expo Center (JEC). Setidaknya sudah ada 172 stand yang akan menyemarakkan event bertema “Touch Me” ini.
Diperkirakan event ini bisa menarik 150.000 pengunjung dengan total transaksi hingga Rp40 miliar. “Yogyakomtek ini akan menjadi barometer bisnis computer di Indonesia, sekaligus ajang pengenalan teknologi baru,” jelas Ketua Panitia Yogyakomtek, Taniman Sutanto.
Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Hadi Santono mengatakan secara nasional pertumbuhan computer tablet cukup tinggi di 2012 ini. Tingginya pertumbuhan mulai mengancam pasar notebook yang terus mengalami penurunan. Sepanjang tahun ini pasar tablet sudah tumbuh 528 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk pasar notebook mengalami penurunan dari 57,4 persen ke 47,1 persen, dan personal computer (PC) turun dari 16,4 ke 11,9 persen.
“Memang pangsa terbesar masih dipegang notebook, tetapi melihat pertumbuhan seperti ini tablet cukup mengancam,” jelas Hadi pada konferensi pers Yogyakomtek 2012, di Yogyakarta Kamis (20/9/2012).
Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukan, pertumbuhan tablet ini lebih kepada tingkat fleksibilitas. Tablet akan lebih mudah dibawa kemana saja, tanpa membebani pemiliknya. Dalam tablet sudah bisa dikoneksikan dengan layanan internet, handphone dan layanan data. Hal ini menjadi kelebihan dibandingkan dengan notebook yang masih membutuhkan fasilitas tambahan.
Saat ini, imbuhnya, produk notebook masih banyak dimiliki oleh para pedagang, agen dan supplier. Sedangkan beberapa produk baru dengan konsep lebih tipis mulai menyerbu pasar. Praktis, tidak ada alasan lain bagi pedagang selain tidak melakukan aksi banting harga. Terlebih ancaman serius dari produk tablet.
“Pasti pada pameran Yogyakomtek ini, akan ada banting harga notebook,” tutur mantan Ketua DPD Apkomindo DIY ini.
Yogyakomtek 2012 ini akan digelar mulai 29 September hingga 3 Oktober 2012 mendatang di Jogja Expo Center (JEC). Setidaknya sudah ada 172 stand yang akan menyemarakkan event bertema “Touch Me” ini.
Diperkirakan event ini bisa menarik 150.000 pengunjung dengan total transaksi hingga Rp40 miliar. “Yogyakomtek ini akan menjadi barometer bisnis computer di Indonesia, sekaligus ajang pengenalan teknologi baru,” jelas Ketua Panitia Yogyakomtek, Taniman Sutanto.
(gpr)
Lihat Juga :