Operasi perdana Bandara Lombok untuk penerbangan haji
Jum'at, 21 September 2012 - 16:59 WIB
Operasi perdana Bandara Lombok untuk penerbangan haji
A
A
A
Sindonews.com – PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I sebagai pengelola Bandara Internasional Lombok (BIL) pada musim haji tahun ini untuk pertama kali menerbangkan jemaah haji kloter pertama dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui BIL langsung menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Miduk Situmorang mengatakan selama 10 tahun terakhir ini, jamaah haji dari provinsi NTB harus berangkat dari embarkasi Bandara Juanda, Surabaya. Pada hal jumlah jamaah dari provinsi tersebut terbilang cukup banyak, untuk tahun ini mencapai 4.563 orang.
“Inilah untuk pertama kalinya jemaah calon haji asal NTB, dapat terbang langsung dari Lombok setelah selama 10 tahun terakhir melalui Juanda, hal ini tentu saja akan memudahkan para calon jamaah untuk beribadah,” kata Miduk dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dia menjabarkan, dari jumlah calon jamaah haji di provinsi NTB yang mencapai 4.563 orang, akan terbagi dalam 15 kloter. Sedangkan pemberangkatannya mulai dilakukan pada 21 September hingga 17 Oktober 2012 mendatang.
“Waktu tempuh perjalanan BIL ke Jeddah diperkirakan 10-11 jam. Para jemaah akan diangkut dengan pesawat Airbus A330 milik PT Garuda Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Miduk menjelaskan, pemulangan jemaah haji nantinya akan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama dimulai dari 20 September hingga 4 Oktober 2012, sedangkan gelombang kedua dimulai 6 hingga 15 Oktober 2012, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 767.
Menurut Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB Lalu Suhaimi Ismy, dengan embarkasi/debarkasi sendiri ini, maka calon jemaah haji dari NTB bisa menghemat biaya transportasi sekitar Rp11 miliar. “Penghematan biaya transportasi 4.563 calon jemaah haji dari NTB diperkirakan hingga mencapai Rp11 miliar,” kata Suhaimi.
Dengan ditetapkannya BIL sebagai embarkasi/debarkasi berarti hingga saat ini ada 12 embarkasi/debarkasi di Indonesia. Selain BIL, embarkasi/debarkasi lainnya yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Polonia (Medan), Minangkabau (Padang), Hang Nadim (Batam), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Soekarno-Hatta (Jakarta), Adi Sumarmo (Solo), Juanda (Surabaya), Sepinggan (Balikpapan), Syamsuddin Noor (Banjarmasin), dan Hasanuddin (Makassar).
Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Miduk Situmorang mengatakan selama 10 tahun terakhir ini, jamaah haji dari provinsi NTB harus berangkat dari embarkasi Bandara Juanda, Surabaya. Pada hal jumlah jamaah dari provinsi tersebut terbilang cukup banyak, untuk tahun ini mencapai 4.563 orang.
“Inilah untuk pertama kalinya jemaah calon haji asal NTB, dapat terbang langsung dari Lombok setelah selama 10 tahun terakhir melalui Juanda, hal ini tentu saja akan memudahkan para calon jamaah untuk beribadah,” kata Miduk dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Dia menjabarkan, dari jumlah calon jamaah haji di provinsi NTB yang mencapai 4.563 orang, akan terbagi dalam 15 kloter. Sedangkan pemberangkatannya mulai dilakukan pada 21 September hingga 17 Oktober 2012 mendatang.
“Waktu tempuh perjalanan BIL ke Jeddah diperkirakan 10-11 jam. Para jemaah akan diangkut dengan pesawat Airbus A330 milik PT Garuda Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Miduk menjelaskan, pemulangan jemaah haji nantinya akan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama dimulai dari 20 September hingga 4 Oktober 2012, sedangkan gelombang kedua dimulai 6 hingga 15 Oktober 2012, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 767.
Menurut Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB Lalu Suhaimi Ismy, dengan embarkasi/debarkasi sendiri ini, maka calon jemaah haji dari NTB bisa menghemat biaya transportasi sekitar Rp11 miliar. “Penghematan biaya transportasi 4.563 calon jemaah haji dari NTB diperkirakan hingga mencapai Rp11 miliar,” kata Suhaimi.
Dengan ditetapkannya BIL sebagai embarkasi/debarkasi berarti hingga saat ini ada 12 embarkasi/debarkasi di Indonesia. Selain BIL, embarkasi/debarkasi lainnya yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Polonia (Medan), Minangkabau (Padang), Hang Nadim (Batam), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Soekarno-Hatta (Jakarta), Adi Sumarmo (Solo), Juanda (Surabaya), Sepinggan (Balikpapan), Syamsuddin Noor (Banjarmasin), dan Hasanuddin (Makassar).
(gpr)
Lihat Juga :