Pengadaan beras Jatim diprediksi tembus 1,03 juta ton

Sabtu, 22 September 2012 - 12:22 WIB
Pengadaan beras Jatim...
Pengadaan beras Jatim diprediksi tembus 1,03 juta ton
A A A
Sindonews.com - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jawa Timur (Jatim) optimistis tingkat pengadaan beras di Jatim tahun ini bakal mencapai 1,03 juta ton, melampaui realisasi pengadaan di 2008 yang mencapai 975.025 ton.

Kepala Divisi Regional Bulog Jatim, Rito Angky Pratomo mengaku, optimisme tersebut berdasarkan realisasi pengadaan mulai Januari hingga kemarin yang sudah mencapai 932.348 ton. Kendati terjadi kekeringan di Jatim, untuk panen September, masih banyak daerah yang melakukan panen karena dampak kekeringan tidak berpengaruh terhadap target produksi padi Jatim. ”Persediaan beras di Jatim saat ini mencapai 539.006 ton dan masih sangat aman,” ujarnya.

Dia menambahkan, tahun ini kekeringan melanda sejumlah daerah seperti Bojonegoro, tapi sudah melakukan panen raya sejak bulan lalu. Diharapkan potensi panen yang bisa direalisasi selama September 2012 mencapai 442.532 ton dan meningkat pada bulan Oktober tahun ini menjadi 500.581 ton. ”Penyerapan beras Bulog selama September ini mencapai 52.318 ton atau lebih besar dibandingkan target awal 42.100 ton,”katanya.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim, Achmad Nurfalakhi mengatakan, kekeringan lahan pertanian padi di wilayah Jatim tahun ini tidak begitu besar. Diperkirakan, hingga akhir musim kemarau pada akhir Oktober atau awal Nopember, kekeringan di Jatim hanya akan melanda di 20.000 hektare lahan.

Angka ini jauh dibawah angka kekeringan di berbagai provinsi lain. Menurut dia, luas lahan yang terkena kekeringan tersebut hanya sekitar 0,06% dari total lahan padi di wilayah Jatim selama setahun.Kondisi ini dipastikan tidak akan mengganggu target produksi padi di tahun ini.

”Kami telah memberikan pengetahuan pada petani terkait potensi air dan menjelaskan pada mereka bahwa musim kemarau kali ini cukup tegas dan jelas. Dari langkah ini,banyak petani yang beralih menanam palawija seperti kedelai dan jagung dan tidak memaksakan diri menanam padi,”katanya.Data dari Dinas Pertanian Jatim menunjukkan, sekitar 2.977,49 hektare lahan dinyatakan puso.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
5 menit yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
48 menit yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
1 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
11 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
11 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
11 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved