NPI diprediksi surplus USD1,5 M

Sabtu, 22 September 2012 - 12:25 WIB
NPI diprediksi surplus...
NPI diprediksi surplus USD1,5 M
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) optimistis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan mengalami surplus USD1,5 miliar pada kuartal III/2012, yang didorong peningkatan surplus neraca transaksi modal dan finansial, serta penurunan defisit di neraca transaksi berjalan.

Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo mengatakan, surplus NPI ini terjadi setelah adanya trade deficit Juli, yang menurun. Dari sisi transaksi modal pun, terlihat semakin banyak foreign direct investment(FDI) yang masuk di saham dan obligasi.

“Defisit transaksi berjalan di triwulan dua kemarin kan 3,1% dari PDB (pendapatan domestik bruto). Nah, ini akan membaik jadi sekitar 2,1% di triwulan tiga,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk kuartal empat mendatang, BI memprediksi perbaikan defisit neraca transaksi berjalan akan terus terjadi, seiring dengan membaiknya harga komoditas dunia.

“Surplus ballance of paymentsekitar USD1 miliar pada kuartal empat, karena kami perkirakan harga komoditas akan ada rebound. Jadinya current account defisitnya pun bisa di kisaran 2%,” tandasnya.

Chief Economist Bank Mandiri Destry Damayanti sepakat dengan pendapat BI yang mengatakan FDI dan portofolio akan tetap masuk. Terdapat beberapa alasan Destry mendukung pendapat tersebut, yaitu karena prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih baik.

Selain itu, faktor inflasi yang terkendali dan likuiditas global yang meningkat seiring dengan quantitative easing policy yang dilakukan beberapa negara maju, termasuk Amerika dan European Zone. “Akibatnya dana-dana itu akan ada yang sebagian masuk ke emerging markets,” tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
24 menit yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
1 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
2 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
2 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
12 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved