BTN naikkan target FLPP

Senin, 24 September 2012 - 11:23 WIB
BTN naikkan target FLPP
BTN naikkan target FLPP
A A A
Sindonews.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menaikkan target kredit pemilikan rumah (KPR) dengan pola fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menjadi 50.000 unit hingga akhir tahun ini. Sebelumnya BTN menargetkan pembangunan perumahan dengan pola KPR FLPP hanya 16.000 unit rumah.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, langkah menaikkan tersebut meneguhkan komitmen BTN untuk fokus dalam pembiayaan perumahan rakyat. Menurut Iqbal, sesuai siklus tahunan penjualan rumah biasanya akan memuncak pada September hingga Desember tiap tahun.

”Target kami 50.000 unit, tapi sebenarnya kita unlimited, berapa pun kami siap biayai,” kata Iqbal saat pameran perumahan “BTN Property Expo 2012”di Jakarta akhir pekan lalu.

Iqbal mengaku, pertumbuhan kredit di BTN setiap tahun sekitar 27-28 persen menandakan bahwa pembiayaan perumahan cukup baik. “BTN segmennya jelas yaitu level menengah ke bawah dan pembiayaan tertentu di level menengah atas. Fokus pembiayaan perumahan sebagai inti bisnis, 85 persen perumahan dan industri perumahan, serta 15 persen lainnya di luar bisnis tersebut,” katanya.

Direktur Mortgage & Consumer Banking Bank BTN Irman Alvian Zahiruddin menambahkan, fokus pasar BTN adalah kelas menengah bawah. Jika dikaitkan dengan piramida perumahan, BTN fokus pada segmen C dan D. “Kebutuhan rumah mewah dan setengah mewah masih cukup,” ungkap Irman.

Irman mengaku, rata-rata pinjaman BTN semakin naik, dari Rp56 juta menjadi Rp63 juta, dan diharapkan tren kenaikan hingga rata-rata Rp70 juta per pinjaman.

Untuk sektor komersial yaitu non-FLPP, rata-rata pinjaman mencapai Rp250 juta per pinjaman dan terus bergerak naik. Meski fokus di rumah menengah bawah, Irman menegaskan, BTN tetap mengucurkan kredit untuk rumah Rp500 juta sampai Rp750 juta.

Sementara itu, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan mengevaluasi penempatan dana FLPP di perbankan yang tidak produktif dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah bersubsidi.

Menurut Deputi Menteri Perumahan Rakyat Sri Hartoyo, Kemenpera menyesalkan ada perbankan yang tidak produktif dan serius dalam menyalurkan KPR bersubsidi.

“Perbankan yang tidak produktif menyalurkan KPR FLPP membuat dana tersebut idle di perbankan. Padahal rakyat sangat membutuhkan rumah,” ungkap Sri Hartoyo.

Sampai Agustus 2012 penyaluran KPR FLPP baru sebesar 21.857 dari target 143.200 unit rumah. Dari angka tersebut, sebanyak 21.833 disalurkan oleh BTN. Sementara sekitar 24 unit sisanya disalurkan oleh Bank Mandiri, BNI, BRI, dan perbankan daerah.

Sri Hartoyo menegaskan, agar dana FLPP tidak idle cash, pemerintah akan memindahkan dana FLPP dari perbankan yang tidak produktif ke perbankan yang produktif dalam mengucurkan FLPP.

Ketua Umum Real Estat Indonesia Setyo Maharso berharap, kucuran KPR FLPP bisa kembali normal lantaran pasokan dana KPR FLPP sempat bermasalah sejak akhir 2011.

“Program ini (KPR FLPP) memang ada kendala. Tiga bulan ini kerja keras untuk mencari pembeli dulu. Ini yang susah. Ada kendala FLPP. Kita harus realistis. Ini baru akan normal pada 2013,” ucapnya.

Mengenai pameran perumahan “BTN Property Expo 2012” yang berlangsung pada 22–30 September 2012, Iqbal mengaku BTN menargetkan transaksi senilai Rp500 miliar dan mampu melampaui target pameran yang sama tahun lalu.

Total nilai transaksi yang diharapkan mencapai Rp1,9 triliun. Menurut Iqbal,dalam “BTN Property Expo 2012” juga diberikan kebijakan khusus transaksi yaitu pemberian harga menarik dibandingkan transaksi normal.

Kali ini BTN memberikan suku bunga KPR/KPA sebesar 7,49 persen selama dua tahun untuk pinjaman di atas Rp250 juta dan suku bunga 7,94 persen untuk pinjaman sampai Rp250 juta.

Selain itu, BTN juga memberikan uang muka ringan minimal 10 persen dengan syarat kredit Rp150 juta,diskon biaya asuransi kebakaran 50 persen, diskon biaya asuransi jiwa 35 persen, diskon biaya provisi 50 persen, bebas biaya administrasi, dan jangka waktu kredit hingga 25 tahun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Potret Kinerja Bank...
Potret Kinerja Bank BTN di Kuartal III/2020 Saat Pandemi
Berita Terkini
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
24 menit yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
1 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
2 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
2 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
12 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
12 jam yang lalu
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved