CSR Pertamina berdayakan masyarakat Bantul

Senin, 24 September 2012 - 15:22 WIB
CSR Pertamina berdayakan...
CSR Pertamina berdayakan masyarakat Bantul
A A A
Sindonews.com - Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero) mampu memberdayakan masyarakat Watu, Desa Argomulyo, Sedayu Bantul. Memalui program Sekolah lapangan Pengendalalian Hama Terpadu (SLPTT) dan Pengembangan Jamu Tradisional, Pertamina telah andil dalam mensejahterakan masyarakat.

GM Pertamina Fuel Retail Marketing (FRM) Regional IV, Rifky E Hardjianto mengatakan program SLPTT ini telah dilaksanakan sejak 2011 lalu. Setidaknya ada 16.000 Meter persegi lahan milik petani yang dikembangkan. Setiap hektarnya mampu mengasilkan padi organik hingga 7,6 ton, jauh di atas produksi padi yang menggunakan pupuk buatan. “Selain hasilnya lebih banyak, padi organik ini harga jualnya lebih tinggi,” jelas Rifky.

Menurutnya, program pendampingan kepada petani ini, tidak hanya dilakukan di sekitar depo Pertamina di Rewulu. Namun banyak daerah lain, di luar area Pertamina yang juga ikut dibantu.

Pola tanam padi organik dan mengurangi pemakaian bahan kimia telah menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk menjadi “Sobat Bumi”. Nantinya slogan ini akan dicanangkan pada ulang tahun Pertamina ke 55 di bulan Desember nanti. “Dengan padi organik, dengan kearifan menggunakan pupuk akan mengurangi kerusakan lahan,” tambahnya.

Pertamina juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri jamu rumah tangga. Bantuan diberikan kepada kelompok Seruni Putih, di Dusung Sengon Karang, dan Kelompok Jati Mulyo, dukun Watu. Selain itu juga ada industri rambak ceker dari warga setempat.

Selama ini CSR yang dilakukan oleh Pertamina terdiri dari program kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, wagub Pakualam VIII mengapresiasi program CSR Pertamina yang telah dilaksanakan di wilayah DIY. Program pengembangan padi organik telah sesuai dengan kondisi dan situasi pasar. Padi seperti ini akan lebih aman untuk dikonsumsi. Para petani sendiri juga mendapatkan keuntungan ganda, karena harga jualnya jauh di atas harga pasar. “Padi orgaik dan jamu ini akan memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat,” ujar Pakualam.

Wabup Bantul Sumarno mengatakan, pertanian khususnya padi banyak memberikan kontribusi terhadap PDRB Bantul. Bantul merupakan salah satu kabupaten yang ikut andil dalam menjaga stabilitas dan produksi padi. “Kita telah berhasil dalam swasembada beras untuk mewujudkan ketahanan pangan,” jelasnya.

Pemkab Bantul sendiri juga memberikan apresiasi kepada Pertamina yang ikut memberdayakan masyarakat melalui program SLPTT dan industri jamu. Sebab bantul banyak memiliki produksi empon-empon sebagai bahan dasar utama membuat jamu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
13 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
23 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
40 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
50 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved