Sarana & prasarana alasan utama tarif KRL naik
Senin, 24 September 2012 - 17:03 WIB
Sarana & prasarana alasan utama tarif KRL naik
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) tawarkan perbaikan sarana dan prasarana setelah menaikkan tarif hingga Rp2.000 pada 1 Oktober mendatang. Karena dua poin tersebut saat ini dirasa sangat membebani biaya operasional KCJ.
"Penyesuaian tarif ini berdasarkan perhitungan biaya operasi yang terus meningkat. Terutama untuk sarana dan prasarana," kata Direktur Operasi PT KCJ Apriyono pada konferensi pers di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Apriyono menambahkan, selain untuk meningkatkan sarana dan prasarana, kenaikan tarif kereta api untuk perbaikan infrastruktur, untuk meningkatkan akselerasi KCJ dalam melayani penumpang.
"Akan ada peninggian peron di tiga stasiun, dan kami akan meningkatkan volume angkut yang dulunya 300 sekarang sudah 400, frekuensi juga meningkat dari 300 sampai 400 sekarang 531," ungkap Apriyono.
Di samping itu, Apriyono juga mengatakan KCJ juga akan melakukan peningkatan pelayanan. Dengan menambah kapsitas, untuk meningkatkan volume penumpangnya.
"Perlu kita sampaikan penumpang KA 400 ribu lebih dari 315, lima tahun ke depan harus 1,2 juta penumpang. Otomatis pasti kami tingkatkan ada peninggian dan perpanjangan peron, kami rangkaian tidak delapan tapi 10, otomatis kapasitas angkut juga naik," tutup Apriono.
"Penyesuaian tarif ini berdasarkan perhitungan biaya operasi yang terus meningkat. Terutama untuk sarana dan prasarana," kata Direktur Operasi PT KCJ Apriyono pada konferensi pers di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Apriyono menambahkan, selain untuk meningkatkan sarana dan prasarana, kenaikan tarif kereta api untuk perbaikan infrastruktur, untuk meningkatkan akselerasi KCJ dalam melayani penumpang.
"Akan ada peninggian peron di tiga stasiun, dan kami akan meningkatkan volume angkut yang dulunya 300 sekarang sudah 400, frekuensi juga meningkat dari 300 sampai 400 sekarang 531," ungkap Apriyono.
Di samping itu, Apriyono juga mengatakan KCJ juga akan melakukan peningkatan pelayanan. Dengan menambah kapsitas, untuk meningkatkan volume penumpangnya.
"Perlu kita sampaikan penumpang KA 400 ribu lebih dari 315, lima tahun ke depan harus 1,2 juta penumpang. Otomatis pasti kami tingkatkan ada peninggian dan perpanjangan peron, kami rangkaian tidak delapan tapi 10, otomatis kapasitas angkut juga naik," tutup Apriono.
(gpr)
Lihat Juga :