Pembangunan pusat dan daerah harus sinergis

Selasa, 25 September 2012 - 10:46 WIB
Pembangunan pusat dan...
Pembangunan pusat dan daerah harus sinergis
A A A
Sindonews.com - Perekonomian domestik dinilai perlu ditingkatkan karena menjadi modal utama untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas. Dalam hal ini, sinergi pembangunan antara pusat dan daerah merupakan hal penting yang harus dilakukan.

“Peningkatan perekonomian domestik perlu dilakukan agar peningkatan kesejahteraan rakyat,terutama pengentasan kemiskinan dan penurunan pengangguran dapat dipercepat, artinya kita bisa menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana seusai seminar “Memperkuat Perekonomian Domestik Melalui Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah” di Jakarta kemarin.

Armida mengungkapkan, 70 persen realisasi pembangunan nasional ada di daerah dengan sistem desentralisasi yang melibatkan komponen swasta dan masyarakat. Hanya 30 persen pembangunan, itu pun yang sifatnya makro ada di pusat.

Namun, imbuh dia, kondisi yang ada saat ini belum maksimal. Salah satu hambatan ialah masih tingginya anggaran belanja pegawai dibanding anggaran belanja modal.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Prasetijono Widjojo mengatakan,tingginya belanja pegawai hanya mendorong konsumsi domestik dan bukan pada investasi yang lebih produktif. Menurut dia, hal tersebut terkait kinerja pemerintahan daerah, khususnya mengenai tata kelola.

Dia mengatakan, untuk mengatasi masalah tata kelola yang buruk demi iklim investasi yang baik diperlukan pengurangan biaya transaksi. “Selain itu perlu diperhatikan waktu, dan penyederhanaan prosedur,” jelasnya.

Efektivitas penggunaan anggaran juga menjadi catatan dalam tata kelola yang baik. Artinya, kata dia, jika daerah sudah mengalokasikan belanja modalnya lebih tinggi maka diharapkan investasi ataupun perdagangan dan lainnya juga akan lebih tinggi.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah Robert Endi Jaweng mengungkapkan, korupsi juga masih menjadi hambatan utama dalam proses pembangunan domestik di daerah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
24 menit yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
1 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
2 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
2 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
12 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
12 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved