Pameran Konstruksi Indonesia 2012 digelar November
Selasa, 25 September 2012 - 13:05 WIB
Pameran Konstruksi Indonesia 2012 digelar November
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar event tahunan, pameran Konstruksi Indonesia (KI) 2012, sebagai apresiasi sektor jasa konstruksi di Tanah Air. Acara tersebut akan digelar di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada 29 November hingga 2 Desember 2012.
Rangkaian Kegiatan Konstruksi Indonesia 2012 ditujukan untuk memberikan appresiasi yang tinggi kepada insan kontruksi, baik tenaga kerja konstruksi hingga badan usaha konstruksi yang mampu menghasilkan wujud karya konstruksi yang bernilai tinggi maupun menunjukkan kinerja yang baik selama proses.
Tidak hanya itu, KI menjadi pendorong sektor Konstrksi di Indonesia agar senantiasa dinamis mengikuti perkembangan isu-isu Internasional. Hal ini terbukti dengan tema yang menjiwai KI 2012 adalah 'Harmonisasi Konstruksi yang Berwawasan Lingkungan'.
"Tidak berlebih tema tersebut yang diambil sebagai respons kita, Masyarakat Jasa Konstruksi, menghadapi isu-isu lingkungan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi," kata Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi Tri Djoko Waluyo di acara Sosialisasi Konstruksi Indonesia 2012 Terpadu, Selasa (25/9/2012).
Konstruksi Indonesia 2012 diharapkan mendapat dukungan dan partisipasi aktif segenap stakeholders yang terkait dalam sektor konstruksi nasional, baik yang berdomisili di pusat maupun daerah. Sebab diperkirakan Konstruksi di Indonesia akan berkembang secara lebih signifikan dan luas di tahun-tahun mendatang, karena beberapa faktor seperti target pembangunan ekonomi dan predikat Investment Grade.
Menurut data World Economic Forum, secara umum Global Competitiveness Index Indonesia mengalami penurunan daya saing dari sebelumnya peringkat 44 (tahun 2010-2011), kemudian peringkat 46 menjadi peringkat 50 (tahun 2012-201).
Turunnya daya saing ini ditenggarai karena masih adanya permasalahn infrastruktur di Indonesia dari 144 negara yang disurvei, hal ini menyiratkan bahwa pembangunan Infrastruktur di Indonesia masih jauh dari harapan dan harus senantiasa dilakukan.
Demikian juga target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 6,7 persen di tahun 2012, hanya dapat didukung oleh pembangunan Infrastruktur yang memadai.
Rangkaian Kegiatan Konstruksi Indonesia 2012 ditujukan untuk memberikan appresiasi yang tinggi kepada insan kontruksi, baik tenaga kerja konstruksi hingga badan usaha konstruksi yang mampu menghasilkan wujud karya konstruksi yang bernilai tinggi maupun menunjukkan kinerja yang baik selama proses.
Tidak hanya itu, KI menjadi pendorong sektor Konstrksi di Indonesia agar senantiasa dinamis mengikuti perkembangan isu-isu Internasional. Hal ini terbukti dengan tema yang menjiwai KI 2012 adalah 'Harmonisasi Konstruksi yang Berwawasan Lingkungan'.
"Tidak berlebih tema tersebut yang diambil sebagai respons kita, Masyarakat Jasa Konstruksi, menghadapi isu-isu lingkungan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi," kata Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi Tri Djoko Waluyo di acara Sosialisasi Konstruksi Indonesia 2012 Terpadu, Selasa (25/9/2012).
Konstruksi Indonesia 2012 diharapkan mendapat dukungan dan partisipasi aktif segenap stakeholders yang terkait dalam sektor konstruksi nasional, baik yang berdomisili di pusat maupun daerah. Sebab diperkirakan Konstruksi di Indonesia akan berkembang secara lebih signifikan dan luas di tahun-tahun mendatang, karena beberapa faktor seperti target pembangunan ekonomi dan predikat Investment Grade.
Menurut data World Economic Forum, secara umum Global Competitiveness Index Indonesia mengalami penurunan daya saing dari sebelumnya peringkat 44 (tahun 2010-2011), kemudian peringkat 46 menjadi peringkat 50 (tahun 2012-201).
Turunnya daya saing ini ditenggarai karena masih adanya permasalahn infrastruktur di Indonesia dari 144 negara yang disurvei, hal ini menyiratkan bahwa pembangunan Infrastruktur di Indonesia masih jauh dari harapan dan harus senantiasa dilakukan.
Demikian juga target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 6,7 persen di tahun 2012, hanya dapat didukung oleh pembangunan Infrastruktur yang memadai.
(gpr)
Lihat Juga :