Warga Bogor menentang kenaikan tarif KRL

Rabu, 26 September 2012 - 20:13 WIB
Warga Bogor menentang...
Warga Bogor menentang kenaikan tarif KRL
A A A
Sindonews.com - Masyarakat Bogor menentang rencana kenaikan KRL commuter line yang diberlakukan Oktober mendatang. Puluhan masyarakat Bogor yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) berorasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Bogor.

Dalam aksi massanya, mereka menuntut agar para wakil rakyat melakukan tindakan terkait kenaikan kereta api commuter line yang langsung berdampak pada penghasilan pekerja ekonomi marginal.

"KRL commuter line adalah roda transportasi massal yang efektik dan efisien dalam mengurangi penggunaan BBM serta menjadi solusi konkret dan utama dalam mengatasi kemacetan di ibu kota negara," ujar Harry ketua GR2B, Rabu (26/9/2012).

Rencananya puluhan massa yang tergabung dalam GR2B ini akan berorasi di Istana untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka juga mendesak menteri perhubungan segera mencabut peraturan menteri perhubungan tentang penetapan tarif angkutan orang dengan kereta api.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aturan Baru, Kapasitas...
Aturan Baru, Kapasitas Penumpang KRL Commuter Jabodetabek Kini 80 Persen
Pengguna KRL Selama...
Pengguna KRL Selama Semester I/2022 Mencapai 89,9 Juta Penumpang
Tiket KRL Jabodetabek...
Tiket KRL Jabodetabek Berbasis NIK Mulai Diberlakukan pada 2025
Ada SO-6 di Stasiun...
Ada SO-6 di Stasiun Manggarai, Berikut Penyesuaian Jadwal KRL
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
10 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved