Kenaikan TDL ancam daya beli masyarakat
Rabu, 26 September 2012 - 20:30 WIB
Kenaikan TDL ancam daya beli masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) mengancam daya beli masyarakat. Sebab kenaikan biaya listrik akan berpengaruh terhadap indeks harga konsumen yang akan ikut naik. Ujung-ujungnya bisa berdampak terhadap kenaikan inflasi.
Peneliti Ekonomi Muda Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesai (BI) DIY, Fadhil Nugroho, mengatakan kenaikan TDL mulai awal tahun nanti secara langsung tidak akan berpengaruh terhadap inflasi. Sebab kenaikan ini hanya akan terjadi di masyarakat biasa. Sedangkan untuk industry sudah mengikuti harga tarif normal.
“Dampaknya paling daya beli masyarakat menurun, karena ada alokasi penambahan untuk listrik,” jelasnya di Yogyakarta, Rabu (26/9/2012).
Menurutnya, biaya listrik memiliki porsi yang besar dalam pengeluaran dan belanja. Kenaikan tariff ini pasti, akan membuat alokasi anggaran ikut berubah dan menyesuaikan. Jika ini terus terjadi akan berpengaruh pada indeks harga konsumen yang identik dengan inflasi.
“Mudah-mudahan industry tidak ikut naik, karena kalau naik inflasi pasti terjadi,” jelasnya.
Ketua Komunitas UMKM DIY Prasetyo Atmo Sudirdjo mengatakan kenaikan TDL akan membenani pelaku UMKM yang ada Di DIY. Sebab kebanyakan merupakan pelaku usaha kecil yang ada di rumah tangga. Untuk itulah kenaikan harus dipilah dan tidak smeuanya ikut menanggung beban. “Ancaman terberat UMKM bisa bangkrut,” tegasnya.
Menurutnya, listrik menjadi variable penting dalam proses produksi. Ongkos produksi yang tinggi akan berpengaruh terhadap harga jual. Padahal banyak produk UMKM yang kini tidak bisa diakses ke luar negeri pasca krisisi di Eropa dan Amerika. Sedangkan pasar dalam negeri juga banyak diserbu produk asal China. “Kita perlu difasilitasi, karena juga mempekerjakan karyawan,” tambahnya.
Peneliti Ekonomi Muda Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesai (BI) DIY, Fadhil Nugroho, mengatakan kenaikan TDL mulai awal tahun nanti secara langsung tidak akan berpengaruh terhadap inflasi. Sebab kenaikan ini hanya akan terjadi di masyarakat biasa. Sedangkan untuk industry sudah mengikuti harga tarif normal.
“Dampaknya paling daya beli masyarakat menurun, karena ada alokasi penambahan untuk listrik,” jelasnya di Yogyakarta, Rabu (26/9/2012).
Menurutnya, biaya listrik memiliki porsi yang besar dalam pengeluaran dan belanja. Kenaikan tariff ini pasti, akan membuat alokasi anggaran ikut berubah dan menyesuaikan. Jika ini terus terjadi akan berpengaruh pada indeks harga konsumen yang identik dengan inflasi.
“Mudah-mudahan industry tidak ikut naik, karena kalau naik inflasi pasti terjadi,” jelasnya.
Ketua Komunitas UMKM DIY Prasetyo Atmo Sudirdjo mengatakan kenaikan TDL akan membenani pelaku UMKM yang ada Di DIY. Sebab kebanyakan merupakan pelaku usaha kecil yang ada di rumah tangga. Untuk itulah kenaikan harus dipilah dan tidak smeuanya ikut menanggung beban. “Ancaman terberat UMKM bisa bangkrut,” tegasnya.
Menurutnya, listrik menjadi variable penting dalam proses produksi. Ongkos produksi yang tinggi akan berpengaruh terhadap harga jual. Padahal banyak produk UMKM yang kini tidak bisa diakses ke luar negeri pasca krisisi di Eropa dan Amerika. Sedangkan pasar dalam negeri juga banyak diserbu produk asal China. “Kita perlu difasilitasi, karena juga mempekerjakan karyawan,” tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :