Spanyol tetap umumkan penghematan
Jum'at, 28 September 2012 - 10:26 WIB
Spanyol tetap umumkan penghematan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Spanyol kemarin mengumumkan program penghematan anggaran tahun 2013 di tengah-tengah aksi gelombang unjuk rasa di jalanan Kota Madrid. Penghematan ini merupakan salah satu syarat untuk menerima dana talangan (bail-out).
Pada proposal terbaru yang diajukan kemarin, Pemerintah Spanyol menyatakan akan memangkas belanja senilai 39 miliar euro (USD50 miliar). Pengumuman ini semakin menambah ketegangan para pengunjuk rasa di jalanan Kota Madrid yang sudah berlangsung sejak dua hari sebelumnya. Pengumuman penghematan itu juga hanya berselang sehari sebelum hasil audit perbankan Spanyol dirilis Jumat (28/9) waktu setempat.
Para pelaku pasar menilai, program penghematan merupakan upaya terakhir sebelum Spanyol mengajukan bailout.Sebelumnya Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy telah menyepakati dana talangan untuk perbankan senilai 100 miliar euro.
“Kami berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural di sektor fiskal. Kami juga memastikan bahwa semua kalangan harus berkorban untuk ini,” kata Rajoy.
Jika kabinet Spanyol mengadopsi anggaran dengan pasar tenaga kerja dan reformasi kunci lainnya yang dicari oleh IMF dan Uni Eropa,Madrid bisa menjadi selangkah lebih dekat untuk bailout yang lebih luas.
“Reformasi semacam ini berarti bahwa pemerintah mungkin menerapkan langkah- langkah kebijakan baru untuk menerima bailout di masa depan,” kata Ben May, ekonom Capital Economics di London dikutip AFP kemarin.
Program penghematan itu diharapkan bisa menurunkan biaya pinjaman Spanyol serta memupus keraguan tentang kepastian Negeri Matador. Dikutip Wall Street Journal, Rajoy telah mengisyaratkan bahwa Spanyol akan meminta bailout jika imbal hasil obligasi tetap tinggi.
Sementara, Bank Sentral Spanyol (Bank of Spain/BoS) kemarin menyatakan, pertumbuhan ekonomi di negara tersebut menyusut signifikan pada kuartal III/2012 akibat berlanjutnya krisis utang.
“Kami mencatat, di kuartal output terus mengalami penurunan karena kekhawatiran krisis keuangan tetap di level yang sangat tinggi,” ujar bank sentral dalam laporan bulanan seperti dikutip AFP Rabu (26/9) malam waktu setempat.
Seperti diketahui, negara dengan ekonomi terbesar keempat zona euro tersebut jatuh ke dalam resesi pada kuartal IV/2011 atau kurang dari dua tahun setelah mengalami resesi serupa sebelumnya.
Data resmi menunjukkan, pada kuartal II/2012,perekonomian Spanyol terkonstraksi 0,4 persen mengikuti pelemahan 0,3 persen pada kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut diperparah dengan tingkat pengangguran yang mencapai 24,6 persen. Pemerintah Spanyol memperkirakan, tahun ini produk domestik bruto (PDB) akan terkontraksi 1,5 persen dan 0,5 persen pada tahun berikutnya.
Pada proposal terbaru yang diajukan kemarin, Pemerintah Spanyol menyatakan akan memangkas belanja senilai 39 miliar euro (USD50 miliar). Pengumuman ini semakin menambah ketegangan para pengunjuk rasa di jalanan Kota Madrid yang sudah berlangsung sejak dua hari sebelumnya. Pengumuman penghematan itu juga hanya berselang sehari sebelum hasil audit perbankan Spanyol dirilis Jumat (28/9) waktu setempat.
Para pelaku pasar menilai, program penghematan merupakan upaya terakhir sebelum Spanyol mengajukan bailout.Sebelumnya Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy telah menyepakati dana talangan untuk perbankan senilai 100 miliar euro.
“Kami berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural di sektor fiskal. Kami juga memastikan bahwa semua kalangan harus berkorban untuk ini,” kata Rajoy.
Jika kabinet Spanyol mengadopsi anggaran dengan pasar tenaga kerja dan reformasi kunci lainnya yang dicari oleh IMF dan Uni Eropa,Madrid bisa menjadi selangkah lebih dekat untuk bailout yang lebih luas.
“Reformasi semacam ini berarti bahwa pemerintah mungkin menerapkan langkah- langkah kebijakan baru untuk menerima bailout di masa depan,” kata Ben May, ekonom Capital Economics di London dikutip AFP kemarin.
Program penghematan itu diharapkan bisa menurunkan biaya pinjaman Spanyol serta memupus keraguan tentang kepastian Negeri Matador. Dikutip Wall Street Journal, Rajoy telah mengisyaratkan bahwa Spanyol akan meminta bailout jika imbal hasil obligasi tetap tinggi.
Sementara, Bank Sentral Spanyol (Bank of Spain/BoS) kemarin menyatakan, pertumbuhan ekonomi di negara tersebut menyusut signifikan pada kuartal III/2012 akibat berlanjutnya krisis utang.
“Kami mencatat, di kuartal output terus mengalami penurunan karena kekhawatiran krisis keuangan tetap di level yang sangat tinggi,” ujar bank sentral dalam laporan bulanan seperti dikutip AFP Rabu (26/9) malam waktu setempat.
Seperti diketahui, negara dengan ekonomi terbesar keempat zona euro tersebut jatuh ke dalam resesi pada kuartal IV/2011 atau kurang dari dua tahun setelah mengalami resesi serupa sebelumnya.
Data resmi menunjukkan, pada kuartal II/2012,perekonomian Spanyol terkonstraksi 0,4 persen mengikuti pelemahan 0,3 persen pada kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut diperparah dengan tingkat pengangguran yang mencapai 24,6 persen. Pemerintah Spanyol memperkirakan, tahun ini produk domestik bruto (PDB) akan terkontraksi 1,5 persen dan 0,5 persen pada tahun berikutnya.
(gpr)
Lihat Juga :