Harga pakan ayam naik, peternak gulung tikar
Jum'at, 28 September 2012 - 12:54 WIB
Harga pakan ayam naik, peternak gulung tikar
A
A
A
Sindonews.com - Peternak ayam di Depok mengeluhkan naiknya harga pakan ayam yang terjadi sejak dua bulan lalu. Akibatnya, banyak peternak yang dalam skala kecil harus gulung tikar.
Seperti yang dialami oleh pemilik peternakan ayam El-Boughot Farm Chiken di Bojongsari, Wardi (43). Dia mengeluhkan naiknya harga pakan ayam saat ini. Menurutnya, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu. Pada mulanya, harga pakan ayam sebesar Rp175 ribu/50 kilogram (kg) dan terus menanjak sampai pada Rp 198 ribu/50 kg.
"Peternak ayam resah dengan kenaikan harga ini. Akibatnya, banyak juga peternak yang dalam jumlah kecil memilih untuk gulung tikar karena merugi. Bahkan, katanya akan ada kenaikan lagi dan ini yang kita khawatirkan,” terangnya pada wartawan di Depok, Jumat (26/9/2012).
Wardi mengungkapkan, kenaikan harga pakan ayam cukup menyusahkan para peternak. Pasalnya, biaya pengeluaran dan pemasukan tidak sesuai dan berujung merugi. Menurutnya, untuk perawatan ayam buras dari anakan sampai siap panen dibutuhkan waktu satu bulan lebih. Namun, jenis ukuran ayam juga menentukan harga jualnya.
Belum lagi, Wardi menambahkan, harga anakan ayam (day old chick/DOC) juga mengalami kenaikan yang mencapai Rp3.000/ekor. Apalagi, dalam pemeliharaan ayam tidak semuanya hidup sampai pemanenan atau kurang lebih 5 persen mengalami kematian.
“Jadi memang bebannya sudah komplit, mulai dari harga DOC yang mahal, pakan naik yang sekarang ini Rp98 ribu/karung, tidak semua ayam peliharaan dari awal bisa dipanen semua. Selain itu, harga jual ayam juga kurang sesuai,” tuturnya.
Dia menduga, kenaikan harga ayam merupakan bagaian dari permainan para tengkulak atau perusahaan. Untuk itu, dia berharap agar pemerintah pusat bisa memperhatikan para peternak agar tidak jatuh terpuruk dan merugi.
Pengawas Peternakan ayam, Muhtar (31) mengaku dengan kenaikan harga pakan ayam tersebut justru membuat peternak terpukul. Terlebih lagi, saat ini harga DOC per ekornya mencapai Rp3.000-4.000. Sementara, harga jual ayam saat panen juga bervariasi.
“Jadi dengan kenaikan harga pakan ayam sebesar itu, tentunya masih belum sesuai dengan penghasilan yang didapat. Kita hanya berharap, kenaikan ini mendapat perhatian dari Pemerintah agar tidak mematikan usaha peternak di Depok,” imbuhnya.
Seperti yang dialami oleh pemilik peternakan ayam El-Boughot Farm Chiken di Bojongsari, Wardi (43). Dia mengeluhkan naiknya harga pakan ayam saat ini. Menurutnya, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu. Pada mulanya, harga pakan ayam sebesar Rp175 ribu/50 kilogram (kg) dan terus menanjak sampai pada Rp 198 ribu/50 kg.
"Peternak ayam resah dengan kenaikan harga ini. Akibatnya, banyak juga peternak yang dalam jumlah kecil memilih untuk gulung tikar karena merugi. Bahkan, katanya akan ada kenaikan lagi dan ini yang kita khawatirkan,” terangnya pada wartawan di Depok, Jumat (26/9/2012).
Wardi mengungkapkan, kenaikan harga pakan ayam cukup menyusahkan para peternak. Pasalnya, biaya pengeluaran dan pemasukan tidak sesuai dan berujung merugi. Menurutnya, untuk perawatan ayam buras dari anakan sampai siap panen dibutuhkan waktu satu bulan lebih. Namun, jenis ukuran ayam juga menentukan harga jualnya.
Belum lagi, Wardi menambahkan, harga anakan ayam (day old chick/DOC) juga mengalami kenaikan yang mencapai Rp3.000/ekor. Apalagi, dalam pemeliharaan ayam tidak semuanya hidup sampai pemanenan atau kurang lebih 5 persen mengalami kematian.
“Jadi memang bebannya sudah komplit, mulai dari harga DOC yang mahal, pakan naik yang sekarang ini Rp98 ribu/karung, tidak semua ayam peliharaan dari awal bisa dipanen semua. Selain itu, harga jual ayam juga kurang sesuai,” tuturnya.
Dia menduga, kenaikan harga ayam merupakan bagaian dari permainan para tengkulak atau perusahaan. Untuk itu, dia berharap agar pemerintah pusat bisa memperhatikan para peternak agar tidak jatuh terpuruk dan merugi.
Pengawas Peternakan ayam, Muhtar (31) mengaku dengan kenaikan harga pakan ayam tersebut justru membuat peternak terpukul. Terlebih lagi, saat ini harga DOC per ekornya mencapai Rp3.000-4.000. Sementara, harga jual ayam saat panen juga bervariasi.
“Jadi dengan kenaikan harga pakan ayam sebesar itu, tentunya masih belum sesuai dengan penghasilan yang didapat. Kita hanya berharap, kenaikan ini mendapat perhatian dari Pemerintah agar tidak mematikan usaha peternak di Depok,” imbuhnya.
()
Lihat Juga :