Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Minggu, 15 Agustus 2021 - 09:17 WIB
loading...
Ekspor perdana telur tetas (hatching egg/HE) ke Myanmar dan Vietnam, dilepas kemarin. Dimana sub sektor peternakan ini mengalami peningkatan saat pandemi. Foto/Dok
A
A
A
KLATEN - Ekspor perdana telur tetas (hatching egg/HE) ke Myanmar dan Vietnam, dilepas kemarin oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto . Sehubungan dengan itu, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar Indonesia), Singgih Januratmoko mengatakan, sub sektor peternakan ini mengalami peningkatan saat pandemi.
“Sub sektor peternakan, khususnya kontribusi dari perunggasan pada masa pandemi ini ternyata mampu meningkatkan pertumbuhan sekitar 7 persen. Ini ekspor yang diakukan pak Airlangga bagian dari kepedulian peternak mandiri yang non integrator,” kata Singgih melalui pernyataan yang diterima MPI.
Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi Ekspor Telur Tetas Hasil UMKM Asal Klaten
Singgih yang merupakan komisaris Pt. Janhputra oti juga menyebutkan, salah satu upaya dengan terus mencari peluang di pasar mancanegara dengan meningkatkan impor Grand Parents Stock (GPS).
“Kami memerlukan impor GPS untuk meningkatkan ekspor HE ke Myanmar, Vietnam, dan negara-negara Afrika. negara-negara itu membutuhkan 2 juta butir HE per tahun,” paparnya.
Pihaknya menuturkan, bahwa pihak perusahaan memerlukan impor Grand Parents Stock (GPS) atau indukan untuk meningkatkan ekspor HE ke Myanmar, Vietnam, dan negara-negara Afrika. tahun.
“Tak hanya iyu, upaya ekspor yang dilakukan PT Januputra, selain menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global, juga sebagai antisipasi over supply produksi ayam broiler yang sudah terjadi tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
“Sub sektor peternakan, khususnya kontribusi dari perunggasan pada masa pandemi ini ternyata mampu meningkatkan pertumbuhan sekitar 7 persen. Ini ekspor yang diakukan pak Airlangga bagian dari kepedulian peternak mandiri yang non integrator,” kata Singgih melalui pernyataan yang diterima MPI.
Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi Ekspor Telur Tetas Hasil UMKM Asal Klaten
Singgih yang merupakan komisaris Pt. Janhputra oti juga menyebutkan, salah satu upaya dengan terus mencari peluang di pasar mancanegara dengan meningkatkan impor Grand Parents Stock (GPS).
“Kami memerlukan impor GPS untuk meningkatkan ekspor HE ke Myanmar, Vietnam, dan negara-negara Afrika. negara-negara itu membutuhkan 2 juta butir HE per tahun,” paparnya.
Pihaknya menuturkan, bahwa pihak perusahaan memerlukan impor Grand Parents Stock (GPS) atau indukan untuk meningkatkan ekspor HE ke Myanmar, Vietnam, dan negara-negara Afrika. tahun.
“Tak hanya iyu, upaya ekspor yang dilakukan PT Januputra, selain menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global, juga sebagai antisipasi over supply produksi ayam broiler yang sudah terjadi tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Lihat Juga :