Mekanisme kenaikan TDL rampung Oktober
Sabtu, 29 September 2012 - 13:18 WIB
Mekanisme kenaikan TDL rampung Oktober
A
A
A
Sindonews.com – PT Perusahaan Listrik Negara (persero) memperkirakan mekanisme kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) sudah selesai paling lambat akhir Oktober 2012. Mekanisme kenaikan TTL tersebut berada sepenuhnya di tangan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Simulasinya saat ini sedang dilakukan oleh Ditjen Ketenagalistrikan. Jadi bukan kami yang memutuskan. PLN hanya menyediakan data-data histogram terkait pembayaran tagihan pelanggan per golongan untuk dirata-ratakan besaran kenaikan TTL tersebut,” ungkap Direktur Utama PLN Nur Pamudji pada wartawan di Jakarta kemarin. Seperti diketahui, Komisi VII DPR telah sepakat menetapkan subsidi listrik sebesar Rp78,63 triliun dengan menetapkan kenaikan TTL rata-rata sebesar 15 persen pada 2013.
Kenaikan listrik rencananya dilakukan secara bertahap hingga mencapai 15 persen agar tidak terlalu memberatkan konsumen. Sementara itu, desakan agar BUMN kelistrikan itu memperbaiki layanannya terus mengemuka. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat,saat ini pengaduan pelanggan terhadap pelayanan listrik di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara- negara ASEAN lainnya.
Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo menjelaskan, persentase pengaduan pelanggan listrik di Indonesia masih berada dalam kisaran 10–13 persen.Dibandingkan Malaysia, Indonesia jauh tertinggal karena pengaduan pelanggan Negeri Jiran itu atas layanan penyedia listriknya tercatat hanya sekitar 3 persen.
“Apalagi di Hong Kong, tidak ada pengaduan sama sekali,” kata Sudaryatmo dalam acara lokakarya nasional bertajuk “Menuju Pelayanan Jasa Kelistrikan yang Bebas Korupsi” di Jakarta kemarin. Berdasarkan data YLKI,keluhan pelanggan tertinggi adalah masalah penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL), yakni mencapai 30 persen.
Keluhan kedua adalah pemenuhan hakhak informasi pelanggan, seperti laporan layanan gangguan dan hak mendapatkan pasokan listrik yang memadai. Sementara keluhan ketiga terbanyak adalah pengaduan kualitas tegangan, terkait dengan pemadaman. Menanggapi hal itu, Direktur Utama PLN Nur Pamudji berjanji akan terus memperbaiki layanan bagi pelanggan. Secara internal, tegas dia, PLN akan memperbaiki sistem dengan cara melakukan keterbukaan pelayanan pelanggan. (mai)
“Simulasinya saat ini sedang dilakukan oleh Ditjen Ketenagalistrikan. Jadi bukan kami yang memutuskan. PLN hanya menyediakan data-data histogram terkait pembayaran tagihan pelanggan per golongan untuk dirata-ratakan besaran kenaikan TTL tersebut,” ungkap Direktur Utama PLN Nur Pamudji pada wartawan di Jakarta kemarin. Seperti diketahui, Komisi VII DPR telah sepakat menetapkan subsidi listrik sebesar Rp78,63 triliun dengan menetapkan kenaikan TTL rata-rata sebesar 15 persen pada 2013.
Kenaikan listrik rencananya dilakukan secara bertahap hingga mencapai 15 persen agar tidak terlalu memberatkan konsumen. Sementara itu, desakan agar BUMN kelistrikan itu memperbaiki layanannya terus mengemuka. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat,saat ini pengaduan pelanggan terhadap pelayanan listrik di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara- negara ASEAN lainnya.
Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo menjelaskan, persentase pengaduan pelanggan listrik di Indonesia masih berada dalam kisaran 10–13 persen.Dibandingkan Malaysia, Indonesia jauh tertinggal karena pengaduan pelanggan Negeri Jiran itu atas layanan penyedia listriknya tercatat hanya sekitar 3 persen.
“Apalagi di Hong Kong, tidak ada pengaduan sama sekali,” kata Sudaryatmo dalam acara lokakarya nasional bertajuk “Menuju Pelayanan Jasa Kelistrikan yang Bebas Korupsi” di Jakarta kemarin. Berdasarkan data YLKI,keluhan pelanggan tertinggi adalah masalah penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL), yakni mencapai 30 persen.
Keluhan kedua adalah pemenuhan hakhak informasi pelanggan, seperti laporan layanan gangguan dan hak mendapatkan pasokan listrik yang memadai. Sementara keluhan ketiga terbanyak adalah pengaduan kualitas tegangan, terkait dengan pemadaman. Menanggapi hal itu, Direktur Utama PLN Nur Pamudji berjanji akan terus memperbaiki layanan bagi pelanggan. Secara internal, tegas dia, PLN akan memperbaiki sistem dengan cara melakukan keterbukaan pelayanan pelanggan. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :