Citilink pesimis target penumpang terpenuhi
Minggu, 30 September 2012 - 17:00 WIB
Citilink pesimis target penumpang terpenuhi
A
A
A
Sindonews.com - Maskapai berbiaya hemat, PT Citilink Indonesia pesimistis target penumpang yang dilayaninya hingga akhir tahun ini bisa tercapai, yaitu sebanyak 4,2 juta penumpang.
"Tahun lalu jumlah penumpang kita mencapai 1,6 juta orang. Sebelumnya kita targetkan hingga akhir tahun mencapai 4,2 juta penumpang, kemungkian tidak tercapai karena pemenuhan pilot baru bisa terlaksana pada November," kata CEO Citilink Arif Wibowo saat dihubungi Sindonews.com di Jakarta, Minggu (30/9/2012).
Dia menjelaskan, sulitnya mengejar target penumpang pada tahun ini masih terkait kendala sumber daya manusia (SDM), terutama ketersediaan pilot dan co-pilot. Padahal, proses perekrutan pilot ini sudah dilakukan Citilink sejak Mei dan Juni 2012 lalu.
"Kita sudah rekrut 160 pilot dan 80 co-pilot, namun baru bisa terbang mulai Oktober 2012. Ini mempengaruhi ke frekuensi penerbangan," jelasnya.
Saat ini, anak perusahaan PT Garuda Indonesia tersebut melayani 78 frekuensi penerbangan setiap harinya, dengan jumlah total armada 16 pesawat yang beroperasi. Sedangkan hingga akhir 2012, perusahaannya menargetkan menambah jumlah armada hingga 21 pesawat dan melayani 137 penerbangan perhari.
"Untuk mengatasi kekurangan SDM ini, kami menambah pilot dari maskapai domestik dan juga maskapai asing yang berasal dari India, Timur Tengah dan Eropa," pungkasnya.
"Tahun lalu jumlah penumpang kita mencapai 1,6 juta orang. Sebelumnya kita targetkan hingga akhir tahun mencapai 4,2 juta penumpang, kemungkian tidak tercapai karena pemenuhan pilot baru bisa terlaksana pada November," kata CEO Citilink Arif Wibowo saat dihubungi Sindonews.com di Jakarta, Minggu (30/9/2012).
Dia menjelaskan, sulitnya mengejar target penumpang pada tahun ini masih terkait kendala sumber daya manusia (SDM), terutama ketersediaan pilot dan co-pilot. Padahal, proses perekrutan pilot ini sudah dilakukan Citilink sejak Mei dan Juni 2012 lalu.
"Kita sudah rekrut 160 pilot dan 80 co-pilot, namun baru bisa terbang mulai Oktober 2012. Ini mempengaruhi ke frekuensi penerbangan," jelasnya.
Saat ini, anak perusahaan PT Garuda Indonesia tersebut melayani 78 frekuensi penerbangan setiap harinya, dengan jumlah total armada 16 pesawat yang beroperasi. Sedangkan hingga akhir 2012, perusahaannya menargetkan menambah jumlah armada hingga 21 pesawat dan melayani 137 penerbangan perhari.
"Untuk mengatasi kekurangan SDM ini, kami menambah pilot dari maskapai domestik dan juga maskapai asing yang berasal dari India, Timur Tengah dan Eropa," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :