Target 1.440 gerbong, KAI butuh Rp6 T
Senin, 01 Oktober 2012 - 12:27 WIB
Target 1.440 gerbong, KAI butuh Rp6 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mempersiapkan dana sebesar Rp6 triliun guna merealisasikan upaya peningkatan daya tampung hingga 1,2 juta penumpang.
"Kita mau keluarin angka Rp6 triliun untuk mencapai target 1,2 juta penumpang," ujar Corporate Secretary Commuter PT KAI Jabodetabek, Makmur Syaheran kepada wartawan saat ditemui di Stasiun Depok Baru, Senin (1/10/2012).
Angka tersebut sedianya akan dialokasikan untuk beberapa pos pengembangan baik sarana maupun prasarana perkeretaapian. "Untuk investasi pengembangan seluruh Jabodetabek ini sampai kahir tahun 2019 membutuhkan dana mencapai Rp6 triliun," tambahnya.
Setidaknya ada dua pos utama yang akan menjadi fokus pihaknya dalam pengalokasian dana investasi tersebut. "Kita akan tambah menjadi 1.440 unit gerbong kereta. Kemudian mulai tahun depan kita mau renovasi seluruh stasiun. Kita akan mulai dulu dari 17 stasiun," sebutnya.
Sumber dananya sendiri, kata Makmur, berasal dari dana hasil pinjaman dari sejumlah bank. Hal tersebut mengingat PT KAI tidak memperoleh subsidi dari pemerintah dalam melakukan berbagai proyek pengembangannya. "Kita sebagian besar pinjaman dari bank-bank. Ya namanya juga non subsidi, jadi semuanya harus diusahakan sendiri," tutupnya.
"Kita mau keluarin angka Rp6 triliun untuk mencapai target 1,2 juta penumpang," ujar Corporate Secretary Commuter PT KAI Jabodetabek, Makmur Syaheran kepada wartawan saat ditemui di Stasiun Depok Baru, Senin (1/10/2012).
Angka tersebut sedianya akan dialokasikan untuk beberapa pos pengembangan baik sarana maupun prasarana perkeretaapian. "Untuk investasi pengembangan seluruh Jabodetabek ini sampai kahir tahun 2019 membutuhkan dana mencapai Rp6 triliun," tambahnya.
Setidaknya ada dua pos utama yang akan menjadi fokus pihaknya dalam pengalokasian dana investasi tersebut. "Kita akan tambah menjadi 1.440 unit gerbong kereta. Kemudian mulai tahun depan kita mau renovasi seluruh stasiun. Kita akan mulai dulu dari 17 stasiun," sebutnya.
Sumber dananya sendiri, kata Makmur, berasal dari dana hasil pinjaman dari sejumlah bank. Hal tersebut mengingat PT KAI tidak memperoleh subsidi dari pemerintah dalam melakukan berbagai proyek pengembangannya. "Kita sebagian besar pinjaman dari bank-bank. Ya namanya juga non subsidi, jadi semuanya harus diusahakan sendiri," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :