PU kaji teknologi pemulihan lingkungan Korsel
Senin, 01 Oktober 2012 - 13:21 WIB
PU kaji teknologi pemulihan lingkungan Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengkaji kemungkinan untuk mengadopsi teknologi pemulihan lingkungan sungai yang telah sukses digunakan sebelumnya oleh pemerintah Korea Selatan (Korsel).
Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Dadan Krisnandar mengatakan, teknologi tersebut dinilai sebagai salah satu upaya yang memungkinan dilakukan di Indonesia dalam pemulihan sungai-sungai yang telah tercemar.
"Kami akan mengkaji dan mengadopsi teknologi lingkungan dan strategi Korea dalam pemulihan empat sungai utama di negara itu untuk diterapkan di Indonesia," kata Dadan dalam siaran pers Kementerian PU di Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut Dadan, dalam lima tahun terakhir pemerintah Korsel telah berhasil memulihkan empat sungai utama di negara itu dari kotor dan kumuh menjadi bersih sehingga layak untuk air baku dan pariwisata.
"Korea juga telah mampu mengubah prilaku masyarakat sekitar sungai untuk tidak lagi buang sampah di sungai dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah industri dan rumah tangga," tambahnya.
Dia menambahkan, untuk bisa menerapkan teknologi pemulihan lingkungan sungai di Indonesia dibutuhkan sinergi antara lintas lembaga dan pemerintahan, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, para akademisi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Studi awalnya akan dimulai tahun depan, misalnya di Sungai Ciliwung Jakarta, Sungai Cikapundung Bandung, Sungai Musi Palembang dan beberapa titik sungai lainnya di Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, staf pengajar Program Studi Teknik Lingkungan ITB yang juga Ketua Panitia Dies Emas Teknik Lingkungan ITB, Yuniarti menyatakan, pihaknya sangat mendukung langkah kongkret semacam itu. "Aneka teknologi lingkungan, sudah dimiliki bangsa Indonesia. Persoalannya, itu tak pernah diimplementasikan secara serius di Indonesia," kata Yuniarti.
Ditambahkannya, permasalahan lingkungan hidup yang kian memburuk di Indonesia menjadi pertanyaan besar untuk dijawab. Padahal secara teori, kata dia, sebenarnya Indonesia sudah mampu mengatasinya. Sehingga perlu dilakukan terobosan komprehensif antar pihak.
Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Dadan Krisnandar mengatakan, teknologi tersebut dinilai sebagai salah satu upaya yang memungkinan dilakukan di Indonesia dalam pemulihan sungai-sungai yang telah tercemar.
"Kami akan mengkaji dan mengadopsi teknologi lingkungan dan strategi Korea dalam pemulihan empat sungai utama di negara itu untuk diterapkan di Indonesia," kata Dadan dalam siaran pers Kementerian PU di Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut Dadan, dalam lima tahun terakhir pemerintah Korsel telah berhasil memulihkan empat sungai utama di negara itu dari kotor dan kumuh menjadi bersih sehingga layak untuk air baku dan pariwisata.
"Korea juga telah mampu mengubah prilaku masyarakat sekitar sungai untuk tidak lagi buang sampah di sungai dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah industri dan rumah tangga," tambahnya.
Dia menambahkan, untuk bisa menerapkan teknologi pemulihan lingkungan sungai di Indonesia dibutuhkan sinergi antara lintas lembaga dan pemerintahan, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, para akademisi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Studi awalnya akan dimulai tahun depan, misalnya di Sungai Ciliwung Jakarta, Sungai Cikapundung Bandung, Sungai Musi Palembang dan beberapa titik sungai lainnya di Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, staf pengajar Program Studi Teknik Lingkungan ITB yang juga Ketua Panitia Dies Emas Teknik Lingkungan ITB, Yuniarti menyatakan, pihaknya sangat mendukung langkah kongkret semacam itu. "Aneka teknologi lingkungan, sudah dimiliki bangsa Indonesia. Persoalannya, itu tak pernah diimplementasikan secara serius di Indonesia," kata Yuniarti.
Ditambahkannya, permasalahan lingkungan hidup yang kian memburuk di Indonesia menjadi pertanyaan besar untuk dijawab. Padahal secara teori, kata dia, sebenarnya Indonesia sudah mampu mengatasinya. Sehingga perlu dilakukan terobosan komprehensif antar pihak.
(rna)
Lihat Juga :