KAI: Kenaikan tarif sudah sesuai perhitungan

Senin, 01 Oktober 2012 - 13:41 WIB
KAI: Kenaikan tarif...
KAI: Kenaikan tarif sudah sesuai perhitungan
A A A
Sindonews.com - Penetapan tarif baru karcis Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek yang menyentuh angka Rp2.000 diakui pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melalui perhitungan yang rumit dan panjang.

"Inu sudah kita perhitungkan. Jadi nggak serta merta tau-tau Rp2.000 aja," ujar Corporate Secretary Commuter PT KAI Jabodetabek, Makmur Syaheran saat ditemui di Stasiun Depok Baru, Senin (1/10/2012).

Dalam perhitungannya sendiri, Makmur mengaku, pihaknya banyak dibantu kaum akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dalam menghitung berbagai aspek yang berkaitan dengan penetapan tarif baru tersebut.

"Kita dibantu sama teman-teman dari UI, semuanya kita hitung, dari mulai kemampuan ekonomi masyarakat, kesediaan membayar dan sebagainya sudah kami perhitungkan. Lalu dipakai juga rumus, indikator-indikator itu dimasukkan ke dalam rumus baru didapat angka Rp2.000 tadi," terangnya lebih lanjut.

Kenaikannya sendiri, mengingat kondisi PT KAI dimana saat ini untuk biaya operasionalnya sudah tidak dibantu lewat subsidi oleh pemerintah. "Sekali lagi, ini non subsidi," imbuhnya.

Sementara, pengamat transportasi dari MTI (Masyarakat Trasportasi Indonesia) Djoko Setijowarno mengungkapkan, langkah PT KAI yang menaikkan tarif transportasi massal tersebut merupakan langkah yang serba dilematis.

Pasalnya, kata Djoko, Peraturan Presiden yang baru yang mengatur tentang transportasi umum telah memutuskan bahwa tanggung jawab pengelolaan kereta api dari Tanah Tinggi-Tangerang dan Bekasi-Bogor diserahkan sepenuhnya kepada PT KAI untuk mengelolanya.

"Jadi masalahnya bukan setuju atau tidak setuju dinaikkan. Tapi gini, di satu sisi untuk meningkatkan pelayanan PT KAI harus mengeluarkan biaya untuk perawatan, pembelian spare part penyediaan sarana prasarana seperti listrik dan sebagainya. Di sisi lain pemerintah tidak memberi subsidi kepada PT KAI untuk pembiayaan operasionalnya. Jadi sebenarnya cukup beralasan untuk dinaikkan," tukasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (1/10/2012).

Lebih lanjut dirinya berpendapat, seharusnya Pemerintah dapat lebih peka merespon fenomena tersebut dengan mengalokasikan pos tersendiri dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencapai angka Rp150 triliun pertahun.

"Kalau saya hitung, dengan kenaikan Rp2.000 berarti ada kenaikan sebesar Rp220 miliar untuk kereta api. Jadi dari pada pemerintah memberi subsidi BBM Rp150 triliun yang belum tentu tepat sasaran, lebih baik Pemeritah mengalokasikan sebagian untuk kereta api ini. Rp220 miliar dari Rp150 triliun itu kan kecil sekali. Masak tidak sanggup," ujarnya memberi kesimpulan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aturan Baru, Kapasitas...
Aturan Baru, Kapasitas Penumpang KRL Commuter Jabodetabek Kini 80 Persen
Pengguna KRL Selama...
Pengguna KRL Selama Semester I/2022 Mencapai 89,9 Juta Penumpang
Tiket KRL Jabodetabek...
Tiket KRL Jabodetabek Berbasis NIK Mulai Diberlakukan pada 2025
Ada SO-6 di Stasiun...
Ada SO-6 di Stasiun Manggarai, Berikut Penyesuaian Jadwal KRL
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
22 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
43 menit yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved