Menakertrans minta CSR disalurkan di kawasan transmigrasi

Senin, 01 Oktober 2012 - 20:54 WIB
Menakertrans minta CSR...
Menakertrans minta CSR disalurkan di kawasan transmigrasi
A A A
Sindonews.com - Program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bagi masyarakat transmigran di rasa masih kurang. Karenanya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengajak perusahaan-perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar menyalurkan program tersebut di kawasan transmigrasi.

"Program CSR perusahaan dan badan usaha akan sangat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat serta meningkatkan pemerataan pembangunan daerah," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, di kantor Kemenakertrans, Senin (1/10/2012).

Menurut Muhaimin jumlah investasi di kawasan transmigrasi dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya minat perusahaan untuk menjalin kemitraan usaha dengan transmigran dan penduduk sekitar dengan pola inti-plasma.

"Semua perusahaan investor yang telah memperoleh Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) menjalankan kegiatan usahanya berkaitan dengan sumber daya alam sehingga wajib melaksanakan CSR di kawasan transmigrasi," ujarnya.

Sampai saat ini tercatat 37 perusahaan yang telah menjalin kerjasama kemitraan melalui mekanisme Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) meliputi rencana investasi sebesar Rp10 triliun. Di samping itu, sejumlah 36 perusahaan masih dalam proses penilaian.

Sementara itu Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2Ktrans), Jamaluddien Malik menambahkan investasi di kawasan transmigrasi ini dilakukan dalam berbagai bidang meliputi perkebunan (inti maupun plasma) Kelapa Sawit, karet, pohon jarak serta produk-produk pertanian lainnya.

"Investasi di kawasan transmigrasi ini dilakukan untuk peningkatan pengembangan produksi, pengolahan hasil usaha agar memliki nilai tambah, memperlancar pemasaran hasil dan distribusi barang dan jasa," tambah Jamaluddien.

Jamaluddien mengatakan pada hakikatnya investasi di kawasan transmigrasi dikembangkan dengan prinsip demokrasi. Prinsip demokrasi ekonomi ini diaplikasikan dengan membangun kemitraan antara masyarakat atau kelompok masyarakat dengan para investor yang setara dan saling menguntungkan serta transparan dalam pengelolaan usaha.

"Kawasan transmigrasi yang sebagian besar di daerah tertinggal, perbatasan dan garis terluar Republik Indonesia memerlukan dorongan dalam pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tergantung kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah," tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Balai Latihan Kerja...
Balai Latihan Kerja Surakarta Bantu Penanganan COVID-19
Hindari Resiko Penumpukan...
Hindari Resiko Penumpukan Orang, Kemnaker Minta Perusahaan Susun Rencana Kerja
Menaker Ida Fauziyah...
Menaker Ida Fauziyah Sambut Kepulangan Sembilan ABK
Siddhakarya Bukti Perhatian...
Siddhakarya Bukti Perhatian Pemerintah kepada Produktivitas Perusahaan
Kemnaker Berdayakan...
Kemnaker Berdayakan Korban PHK melalui Program Padat Karya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved