Pembebasan lahan tol Becakayu terhambat harga
Selasa, 02 Oktober 2012 - 09:39 WIB
Pembebasan lahan tol Becakayu terhambat harga
A
A
A
Sindonews.com – PT Kresna Kusuma Dyandra Marga sebagai pemegang konsesi ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) menyatakan, pembebasan lahan seksi I ruas tol tersebut harus diulang.
Penyebabnya, harus ada penyesuaian harga kembali mengingat sosialisasi mengenai pembebasan lahan dilakukan terakhir pada 2008.
“Tentu sekarang sudah ada peningkatan harga, akibatnya pembebasan lahannya harus dimulai dari awal lagi, mulai dari sosialisasi hingga negosiasi,” ungkap Kepala Divisi Desain dan Operasi Kresna Kusuma Dyandra Marga Didik Hari Wilopo di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, penyelesaian proses pembebasan lahan proyek tol Becakayu seksi I Cipinang-Jaka Sampurna sepanjang 6,73 kilometer terlambat dari jadwal semula pada Juni 2012. Hal ini berpotensi memundurkan target konstruksi dan operasional jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp7,15 triliun tersebut.
Menurutnya, proses pembebasan lahan di proyek itu baru dimulai lagi setelah adanya kepastian pemberian dana dukungan pembebasan lahan sebesar Rp350 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada Kresna Kusuma Dyandra Marga melalui APBN 2012.
Pemberian dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan finansial jalan tol tersebut. Pasalnya, nilai investasi proyek sempat membengkak dari Rp5,7 triliun setelah dilakukannya evaluasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Terkait keterlambatan jadwal, berdasarkan klausul dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), pemerintah diberikan batas toleransi hingga enam bulan.Dengan demikian, pemerintah masih memiliki tenggat waktu pengadaan tanah tol Becakayu Seksi I hingga Desember 2012.
“Kesepakatannya, pemerintah diberikan toleransi hingga Desember tahun ini. Lebih dari itu, kami berhak mengajukan revisi business plan karena pemerintah tidak bisa menyelesaikan kewajibannya sesuai dengan jadwal yang ada,” katanya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU Achmad Gani Gazali mengatakan, revisi business plan terkait keterlambatan pengadaan tanah memang dimungkinkan. Nantinya, jelas dia, keterlambatan tersebut akan dikompensasi melalui penambahan masa konsesi atau peningkatan tarif awal.
Keberadaan ruas tol Becakayu dinilai cukup penting untuk mengurai kemacetan di sepanjang kawasan Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu.
Penyebabnya, harus ada penyesuaian harga kembali mengingat sosialisasi mengenai pembebasan lahan dilakukan terakhir pada 2008.
“Tentu sekarang sudah ada peningkatan harga, akibatnya pembebasan lahannya harus dimulai dari awal lagi, mulai dari sosialisasi hingga negosiasi,” ungkap Kepala Divisi Desain dan Operasi Kresna Kusuma Dyandra Marga Didik Hari Wilopo di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, penyelesaian proses pembebasan lahan proyek tol Becakayu seksi I Cipinang-Jaka Sampurna sepanjang 6,73 kilometer terlambat dari jadwal semula pada Juni 2012. Hal ini berpotensi memundurkan target konstruksi dan operasional jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp7,15 triliun tersebut.
Menurutnya, proses pembebasan lahan di proyek itu baru dimulai lagi setelah adanya kepastian pemberian dana dukungan pembebasan lahan sebesar Rp350 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada Kresna Kusuma Dyandra Marga melalui APBN 2012.
Pemberian dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan finansial jalan tol tersebut. Pasalnya, nilai investasi proyek sempat membengkak dari Rp5,7 triliun setelah dilakukannya evaluasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Terkait keterlambatan jadwal, berdasarkan klausul dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), pemerintah diberikan batas toleransi hingga enam bulan.Dengan demikian, pemerintah masih memiliki tenggat waktu pengadaan tanah tol Becakayu Seksi I hingga Desember 2012.
“Kesepakatannya, pemerintah diberikan toleransi hingga Desember tahun ini. Lebih dari itu, kami berhak mengajukan revisi business plan karena pemerintah tidak bisa menyelesaikan kewajibannya sesuai dengan jadwal yang ada,” katanya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU Achmad Gani Gazali mengatakan, revisi business plan terkait keterlambatan pengadaan tanah memang dimungkinkan. Nantinya, jelas dia, keterlambatan tersebut akan dikompensasi melalui penambahan masa konsesi atau peningkatan tarif awal.
Keberadaan ruas tol Becakayu dinilai cukup penting untuk mengurai kemacetan di sepanjang kawasan Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu.
(rna)
Lihat Juga :