BP Migas akan cek 'DNA' minyak selundupan
Selasa, 02 Oktober 2012 - 10:57 WIB
BP Migas akan cek 'DNA' minyak selundupan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengaku belum mengetahui asal usul dari minyak mentah yang diselundupkan di Kepulauan Riau. Sehingga juga belum dipastikan siapa oknum penyelundupan tersebut.
Seperti yang diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.
Kepala BP Migas Raden Priyono mengaku pihaknya akan melakukan pengecekan dari DNA bersama dengan tim forensik dari Kepolisian Daerah setempat.
"Kita sedang cek crude itu berasal dari dalam negeri atau luar negeri, itu DNA-nya, kalau dari dalam negeri dari mana nih? Pertamina atau bukan?" kata Priyono kepada Sindonews.com, di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Deputi Pengendalian Operasional BP Migas, Gde Pradyana menambahkan, proses pengambilan sampel akan dilaksanakan bersama tim forensik. Dia mengatakan proses ini akan selesai dalam waktu dua minggu.
"Kita masih belum tahu, polisi lah yang menyelidiki, pengujian itu bisa jadi sekitar dua minggu. Minyak dan gas bumi seperti DNA-nya, kita bisa tahu persisnya dari lapangan mana," pungkasnya.
Sebelumnya, Gde menyebutkan kasus penyelundupan minyak mentah yang terjadi sudah merupakan kategori mafia. Sehingga untuk mengetahui siapa pelakunya, harus ditelusuri lebih jauh. "Ini sudah masif sudah kategori mafia," ujar
Seperti diketahui, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menuding Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) terlibat penyelundupan minyak mentah senilai Rp221,3 miliar yang beberapa waktu lalu digagalkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Kepulauan Riau.
“Aparat keamanan harus segera memeriksa BP Migas, karena yang diselundupkan adalah minyak mentah bukan BBM bersubsidi, dan itu menjadi domain BP Migas,” kata Presiden LIRA, Jusuf Rizal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut dia, penyelundupan minyak mentah tersebut dilakukan oleh sindikat yang diduga melibatkan banyak pihak, tidak hanya oknum aparat keamanan, namun ada keterlibatan BP Migas. “Jadi temuan Bea Cukai harus ditindaklanjuti, karena ini merupakan kerja sindikat yang tidak mungkin hanya dilakukan para pengusaha. Kami manduga ada kerja sama dengan oknum-oknum BP Migas,” ucap dia.
Perlu diketahui, Bea Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.
Kapal MT Matrha Global menyelundup ke luar negeri 31.928 kl senilai Rp216 miliar dan MT Hornet membawa 102 ton minyak bakar senilai Rp700 juta, serta MT Sakthi mengangkut 650 ton minyak mentah senilai Rp4,5 miliar.
Seperti yang diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.
Kepala BP Migas Raden Priyono mengaku pihaknya akan melakukan pengecekan dari DNA bersama dengan tim forensik dari Kepolisian Daerah setempat.
"Kita sedang cek crude itu berasal dari dalam negeri atau luar negeri, itu DNA-nya, kalau dari dalam negeri dari mana nih? Pertamina atau bukan?" kata Priyono kepada Sindonews.com, di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Deputi Pengendalian Operasional BP Migas, Gde Pradyana menambahkan, proses pengambilan sampel akan dilaksanakan bersama tim forensik. Dia mengatakan proses ini akan selesai dalam waktu dua minggu.
"Kita masih belum tahu, polisi lah yang menyelidiki, pengujian itu bisa jadi sekitar dua minggu. Minyak dan gas bumi seperti DNA-nya, kita bisa tahu persisnya dari lapangan mana," pungkasnya.
Sebelumnya, Gde menyebutkan kasus penyelundupan minyak mentah yang terjadi sudah merupakan kategori mafia. Sehingga untuk mengetahui siapa pelakunya, harus ditelusuri lebih jauh. "Ini sudah masif sudah kategori mafia," ujar
Seperti diketahui, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menuding Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) terlibat penyelundupan minyak mentah senilai Rp221,3 miliar yang beberapa waktu lalu digagalkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Kepulauan Riau.
“Aparat keamanan harus segera memeriksa BP Migas, karena yang diselundupkan adalah minyak mentah bukan BBM bersubsidi, dan itu menjadi domain BP Migas,” kata Presiden LIRA, Jusuf Rizal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut dia, penyelundupan minyak mentah tersebut dilakukan oleh sindikat yang diduga melibatkan banyak pihak, tidak hanya oknum aparat keamanan, namun ada keterlibatan BP Migas. “Jadi temuan Bea Cukai harus ditindaklanjuti, karena ini merupakan kerja sindikat yang tidak mungkin hanya dilakukan para pengusaha. Kami manduga ada kerja sama dengan oknum-oknum BP Migas,” ucap dia.
Perlu diketahui, Bea Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.
Kapal MT Matrha Global menyelundup ke luar negeri 31.928 kl senilai Rp216 miliar dan MT Hornet membawa 102 ton minyak bakar senilai Rp700 juta, serta MT Sakthi mengangkut 650 ton minyak mentah senilai Rp4,5 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :