Pemerintah akui telah kebobolan
Selasa, 02 Oktober 2012 - 11:23 WIB
Pemerintah akui telah kebobolan
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Evita Legowo memastikan minyak mentah yang diselundupkan di Kepulauan Riau adalah ilegal. Minyak mentah yang didapatkan oleh Bea dan Cukai Kepri, izin ekspornya tidak melewati Kementerian ESDM maupun Dirjen Perdagangan Luar Negeri.
"Berarti tidak dari kita. Kan kita nggak tahu, jadi pintu terakhir yang ilegal itu kan di Bea Cukai. Karena kalau lewat kita pasti legal semuanya, kan harus ada surat-suratnya," ujar Evita di Kantor KESDM, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Evita tidak menyebutkan secara rinci berapa kerugian yang diterima negara karena penyelundupan ini. Namun, dirinya tetap menyesalkan kenapa ini mesti terjadi. "Tinggal dihitung aja Indonesian Crude Price (ICP)-nya berapa, dan berapa yang diselundupkan," jelasnya.
Perlu diketahui, Bea Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.
Kapal MT Matrha Global menyelundup ke luar negeri 31.928 kl senilai Rp216 miliar dan MT Hornet membawa 102 ton minyak bakar senilai Rp700 juta, serta MT Sakthi mengangkut 650 ton minyak mentah senilai Rp4,5 miliar.
"Berarti tidak dari kita. Kan kita nggak tahu, jadi pintu terakhir yang ilegal itu kan di Bea Cukai. Karena kalau lewat kita pasti legal semuanya, kan harus ada surat-suratnya," ujar Evita di Kantor KESDM, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Evita tidak menyebutkan secara rinci berapa kerugian yang diterima negara karena penyelundupan ini. Namun, dirinya tetap menyesalkan kenapa ini mesti terjadi. "Tinggal dihitung aja Indonesian Crude Price (ICP)-nya berapa, dan berapa yang diselundupkan," jelasnya.
Perlu diketahui, Bea Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.
Kapal MT Matrha Global menyelundup ke luar negeri 31.928 kl senilai Rp216 miliar dan MT Hornet membawa 102 ton minyak bakar senilai Rp700 juta, serta MT Sakthi mengangkut 650 ton minyak mentah senilai Rp4,5 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :