BPH Migas tak mau ikut disalahkan

Selasa, 02 Oktober 2012 - 11:34 WIB
BPH Migas tak mau ikut...
BPH Migas tak mau ikut disalahkan
A A A
Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tidak mau disalahkan atas penyelundupan yang terjadi di Kepulauan Riau. Pasalnya pada kasus yang ditemukan oleh Bea Cukai Kepri tersebut, harus ditelusuri lebih lanjut sebelum divonis.

Pada peyelundupan, didapatkan 102 ton minyak bakar senilai Rp700 juta dari kapal MT Hornet. BPH Migas dianggap juga mesti bertanggung jawab, karena berada dalam domain pengawasan hilir.

"Kita kan bukan polisi. Intinya permasalahan kebocoran itu apa di lautnya apa di titik serah. Sebelum ke kapal kan ada dari mana, ada orang dari nimbun dulu, SPBU, dan lain-lain. Kalau tiba-tiba di tengah laut aja gak mungkin," kata Kepala BPH Migas, Andi Nursaman Sommeng di kantor KESDM, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Andi menjelaskan, BPH bertugas dalam mengawasi kegiatan usaha hilir, bisa saja minyak yang diselundupkan merupakan operator. "Permasalahan kalau bagi kami konsennya kepada mengawasi kegiatan usaha. Jangan pelaku usaha ini, apakah pengusahanya, apakah operatornya. Operator bisa juga main loh, supirnya. Pertamina sekarang galak loh," pungkasnya.

Perlu diketahui, Bea Cukai telah menggagalkan penyelundupan minyak mentah dari tiga kapal menuju ke luar negeri dan dua kapal lagi memasukkan minyak ke dalam negeri senilai Rp221,2 miliar di Kepri.

Kapal MT Matrha Global menyelundup ke luar negeri 31.928 kl senilai Rp216 miliar dan MT Hornet membawa 102 ton minyak bakar senilai Rp700 juta, serta MT Sakthi mengangkut 650 ton minyak mentah senilai Rp4,5 miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minyak Goreng Langka,...
Minyak Goreng Langka, Pelaku Industri Bilang yang Perlu Diawasi Distributor
Pengusaha Tepis Isu...
Pengusaha Tepis Isu Penyelundupan Minyak Goreng dari DMO
Stok Minyak Goreng Melimpah...
Stok Minyak Goreng Melimpah tapi Langka di Pasaran, Mendag: Barangnya Ada di Mana?
Selundupkan BBM Bersubsidi...
Selundupkan BBM Bersubsidi dari Talaud, Pria Ini Diamankan Resmob Polres Bitung
Konvoi 40 Truk Militer...
Konvoi 40 Truk Militer AS Diduga Angkut Gandum Curian dari Suriah
Hendak Diselundupkan...
Hendak Diselundupkan ke Lampung, 81 Ton BBM Ilegal Disita Polisi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved