Jero salahkan Newmont atas rencana PHK
Selasa, 02 Oktober 2012 - 12:05 WIB
Jero salahkan Newmont atas rencana PHK
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memastikan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) adalah sebuah kesalahan.
Menurutnya ini tidak sesuai dengan tagline Kementerian ESDM yang mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.
"Nah, tidak boleh dengan mudahnya, tanpa pemberitahuan, tanpa izin dari saya, terus melakukan PHK. Itu tidak boleh, apa pun alasannya. Harus dengan kami dulu," ucap Jero di kantornya, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Jero mengaku hingga saat ini secara resmi NNT belum melaporkan terkait hal tersebut. Maka dari itu, alasannya pun masih belum jelas. "Jadi, tidak boleh mengambil langkah begitu. Karena ESDM kan tugasnya mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja. Jadi kalau ada yang mengurangi lapangan kerja, itu harus berdiskusi lama dulu dengan kita," paparnya.
Sebagai informasi, sebanyak 31 persen saham Newmont Nusa Tenggara dikuasai oleh PT Multi Daerah Bersaing (MDB), konsorsium Grup Bakrie, melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Bakrie sendiri memiliki sebanyak 75 persen saham MDB. Sehingga secara tidak langsung Bakrie sendiri mengantongi 24 persen saham Newmont.
Pada 2011 lalu, Newmont membagi dividen sebesar USD200 juta untuk seluruh pemegang sahamnya. Sementara di tambang batu hijau sendiri memiliki cadangan 4,1 juta ton tembaga, 276 juta gram emas, dan 31,3 juta ons perak.
Di lahan seluas 87.540 hektare ini, pada 2011 lalu, Newmont sudah menguras sebanyak 154 ribu ons emas dan tembaga sebanyak 137 juta pon.
Menurutnya ini tidak sesuai dengan tagline Kementerian ESDM yang mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.
"Nah, tidak boleh dengan mudahnya, tanpa pemberitahuan, tanpa izin dari saya, terus melakukan PHK. Itu tidak boleh, apa pun alasannya. Harus dengan kami dulu," ucap Jero di kantornya, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Jero mengaku hingga saat ini secara resmi NNT belum melaporkan terkait hal tersebut. Maka dari itu, alasannya pun masih belum jelas. "Jadi, tidak boleh mengambil langkah begitu. Karena ESDM kan tugasnya mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja. Jadi kalau ada yang mengurangi lapangan kerja, itu harus berdiskusi lama dulu dengan kita," paparnya.
Sebagai informasi, sebanyak 31 persen saham Newmont Nusa Tenggara dikuasai oleh PT Multi Daerah Bersaing (MDB), konsorsium Grup Bakrie, melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Bakrie sendiri memiliki sebanyak 75 persen saham MDB. Sehingga secara tidak langsung Bakrie sendiri mengantongi 24 persen saham Newmont.
Pada 2011 lalu, Newmont membagi dividen sebesar USD200 juta untuk seluruh pemegang sahamnya. Sementara di tambang batu hijau sendiri memiliki cadangan 4,1 juta ton tembaga, 276 juta gram emas, dan 31,3 juta ons perak.
Di lahan seluas 87.540 hektare ini, pada 2011 lalu, Newmont sudah menguras sebanyak 154 ribu ons emas dan tembaga sebanyak 137 juta pon.
(gpr)
Lihat Juga :