Spanyol siap meminta bailout
Rabu, 03 Oktober 2012 - 09:52 WIB
Spanyol siap meminta bailout
A
A
A
Sindonews.com - Spanyol diyakini tengah bersiap meminta dana talangan (bailout) untuk mengatasi masalah utang publiknya meski Jerman mengisyaratkan Madrid harus menunda rencana tersebut.
Periode krisis utang zona euro yang telah berlangsung selama tiga tahun menyebabkan pasar keuangan dan beberapa mitra Eropa lainnya menekan Spanyol untuk memanfaatkan program penyelamatan dari Uni Eropa. Utang Spanyol juga secara otomatis memicu pembelian obligasi Spanyol oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ ECB).
“Sebelumnya Spanyol ragu-ragu meminta bailout namun saat ini negara tersebut siap menerima bantuan,” ujarnya dikutip Reuters, Senin (1/10/2012) waktu setempat.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengungkapkan, Spanyol telah mengambil semua langkah yang tepat untuk mengatasi masalah fiskal. Untuk itu, dia menilai Madrid tidak membutuhkan dana talangan.
“Investor akan memperhatikan dan menghargai reformasi yang telah dilakukan Spanyol pada waktunya,” imbuh dia.
Sementara, beberapa diplomat Eropa dan sumber senior Kanselir Jerman Angela Merkel mengutarakan, pihaknya lebih suka menghindari menempatkan dana talangan bersifat individual bagi negara-negara zona euro. “Hal itu tidak masuk akal untuk membuat keputusan di Yunani, Siprus dan Spanyol satu per satu,” imbuh sumber senior di Berlin.
Sebelumnya terdapat perbedaan pendapat di antara Jerman dan Prancis terkait dana penyelamatan zona euro terutama saat Prancis masih dipimpin Nicolas Sarkozy. Awalnya Prancis bersikukuh harus ada program menyeluruh seperti penerbitan obligasi bersama di zona euro.
Namun, Jerman yang dikenal sebagai juru bayar Eropa menentang rencana tersebut. Pada pertemuan menteri zona euro di Siprus pertengahan September, Schaeuble juga menegaskan kepada mitra Eropa bahwa Berlin tidak dapat memberikan kembali bailout untuk Spanyol setelah parlemen Jerman menyetujui bailout untuk perbankan Spanyol sebesar 100 miliar euro (USD129 miliar) pada Juli lalu.
”Mengenai Berlin yang mengisyaratkan Spanyol untuk menunda meminta bailout, sebenarnya setiap negara dapat memutuskan untuk dirinya sendiri. Jerman tidak mendorong untuk satu arah atau yang lainnya,” kata juru bicara Jerman.
Sementara, juru bicara Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy tidak mengetahui adanya veto dari Jerman untuk menunda permintaan bantuan. Saat ini, kata juru bicara itu, Spanyol tengah fokus untuk mendapatkan keputusan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) serikat perbankan yang telah dilaksanakan pada Juni lalu.
Periode krisis utang zona euro yang telah berlangsung selama tiga tahun menyebabkan pasar keuangan dan beberapa mitra Eropa lainnya menekan Spanyol untuk memanfaatkan program penyelamatan dari Uni Eropa. Utang Spanyol juga secara otomatis memicu pembelian obligasi Spanyol oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ ECB).
“Sebelumnya Spanyol ragu-ragu meminta bailout namun saat ini negara tersebut siap menerima bantuan,” ujarnya dikutip Reuters, Senin (1/10/2012) waktu setempat.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengungkapkan, Spanyol telah mengambil semua langkah yang tepat untuk mengatasi masalah fiskal. Untuk itu, dia menilai Madrid tidak membutuhkan dana talangan.
“Investor akan memperhatikan dan menghargai reformasi yang telah dilakukan Spanyol pada waktunya,” imbuh dia.
Sementara, beberapa diplomat Eropa dan sumber senior Kanselir Jerman Angela Merkel mengutarakan, pihaknya lebih suka menghindari menempatkan dana talangan bersifat individual bagi negara-negara zona euro. “Hal itu tidak masuk akal untuk membuat keputusan di Yunani, Siprus dan Spanyol satu per satu,” imbuh sumber senior di Berlin.
Sebelumnya terdapat perbedaan pendapat di antara Jerman dan Prancis terkait dana penyelamatan zona euro terutama saat Prancis masih dipimpin Nicolas Sarkozy. Awalnya Prancis bersikukuh harus ada program menyeluruh seperti penerbitan obligasi bersama di zona euro.
Namun, Jerman yang dikenal sebagai juru bayar Eropa menentang rencana tersebut. Pada pertemuan menteri zona euro di Siprus pertengahan September, Schaeuble juga menegaskan kepada mitra Eropa bahwa Berlin tidak dapat memberikan kembali bailout untuk Spanyol setelah parlemen Jerman menyetujui bailout untuk perbankan Spanyol sebesar 100 miliar euro (USD129 miliar) pada Juli lalu.
”Mengenai Berlin yang mengisyaratkan Spanyol untuk menunda meminta bailout, sebenarnya setiap negara dapat memutuskan untuk dirinya sendiri. Jerman tidak mendorong untuk satu arah atau yang lainnya,” kata juru bicara Jerman.
Sementara, juru bicara Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy tidak mengetahui adanya veto dari Jerman untuk menunda permintaan bantuan. Saat ini, kata juru bicara itu, Spanyol tengah fokus untuk mendapatkan keputusan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) serikat perbankan yang telah dilaksanakan pada Juni lalu.
(rna)
Lihat Juga :