Pembiayaan MP3EI didiversifikasi

Rabu, 03 Oktober 2012 - 11:00 WIB
Pembiayaan MP3EI didiversifikasi
Pembiayaan MP3EI didiversifikasi
A A A
Sindonews.com - Keterbatasan dana yang dimiliki negara mendorong pemerintah untuk mendiversifikasi pembiayaan pembangunan infrastruktur, khususnya untuk proyek-proyek prioritas dalam MP3EI.

“Diversifikasi ini terutama untuk Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). APBN tetap meski porsinya tinggal sekitar 10–15 persen, selebihnya kita bangun melalui public private partnership,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta kemarin.

Selama ini pembiayaan proyek infrastruktur sebagian di antaranya diusahakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui utang. Ke depan, pembiayaan akan diarahkan oleh BUMN bersama swasta.

Dana APBN kini hanya diprioritaskan bagi infrastruktur yang tidak memiliki daya tarik komersial seperti proyek air minum, waduk atau irigasi. “Ini akan tetap dianggarkan melalui APBN karena proyek ini tidak menarik dari segi komersial, tetapi secara ekonomi akan menimbulkan dampak yang besar, terutama bagi masyarakat kita,” tuturnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alijahbana mengatakan, diversifikasi itu akan menambah variasi pembiayaan. Diversifikasi itu juga akan menyempurnakan pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur mengingat kebutuhannya yang sangat besar.

“Selama ini kita melihat ada gap, kita ingin menyempurnakan dengan melakukan diversifikasi termasuk memaksimalkan sumber-sumber pembiayaan, terutama meningkatkan partisipasi BUMN dan swasta,” ucapnya.

Namun, sambung Armida, pembiayaan infrastruktur yang selama ini banyak diperoleh melalui pinjaman luar negeri dari APBN juga jangan dihilangkan karena kebutuhannya tetap ada. “Cukup dikurangi agar tidak membebani APBN kita,” jelasnya.

Terkait dengan itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan, pemerintah akan mengurangi pinjaman luar negeri yang dimanfaatkan untuk membangun proyek pembangunan yang masuk dalam bluebook, terutama infrastruktur. Pinjaman dikurangi karena selama ini pemanfaatannya tidak maksimal.

“Kita evaluasi, memang di pinjaman luar negeri itu penyerapannya tidak tinggi. Pelaksanaan proyeknya memakan waktu hampir semuanya kalau disiapkan fasilitasnya selalu perlu perpanjangan masa tersedianya waktu untuk penarikan pinjaman,” paparnya.

Agus melihat selama ini banyak pinjaman yang tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal karena kurangnya persiapan dari kementerian/lembaga (K/L) yang mengajukan proyek. Banyak juga dari proyek-proyek tersebut yang tidak bisa menciptakan kapasitas nasional karena terlalu mengandalkan bantuan dari pihak asing, mulai dari dana, persiapan desain, hingga tenaga ahli.

“Kita juga lihat bahwa banyak pinjaman yang seharusnya dilakukan tapi K/L tidak melakukan pinjaman. Kadang negara donor sudah menyiapkan fasilitas tapi ternyata tidak ditindaklanjuti dengan baik oleh K/L hingga membuat negara kreditor merasa kita tidak serius,” ucapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Kelembagaan dan Kebijakan...
Kelembagaan dan Kebijakan Ekonomi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Kemenag Segera Miliki...
Kemenag Segera Miliki Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah
Kemendes PDT dan Transmigrasi...
Kemendes PDT dan Transmigrasi Ajak ISSF Sosialisasikan PP No. 11/2021 Terkait Kelembagaan BUMDES
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Berita Terkini
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
29 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
48 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
56 menit yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
57 menit yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved