Pengusaha ancam ganti tenaga kerja dengan mesin
Rabu, 03 Oktober 2012 - 13:17 WIB
Pengusaha ancam ganti tenaga kerja dengan mesin
A
A
A
Sindonews.com - Kesal dengan terlalu seringnya buruh melakukan demonstrasi, kalangan pengusaha mengancam akan mengganti semua tenaga buruh dengan tenaga mesin.
"Kita sudah sangat khawatir dengan kondisi ini. Nanti kita bisa saja mengganti semua tenaga buruh dengan mesin semua kalau mereka selalu menggunakan cara ini (demonstrasi)," pungkas Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di MNC Tower, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Menurut Sofjan, saat ini, pihaknya sedang membicarakan masalah buruh ini dengan pemerintah dan serikat pekerja. Namun, dengan adanya demonstrasi ini, telah membuat sejumlah investor dan pengusaha khawatir. "Saya dari pagi sudah ditelepon banyak orang dari mana-mana, mereka khawatir soal demonstrasi ini," tambah dia.
Bahkan, menurutnya, sudah ada beberapa investor yang akan menutup pabriknya di Indonesia. "Sudah ada, dua dari Jepang satu Indonesia, mereka bergerak di bidang elektronika," ungkap Sofyan.
Sekedar informasi, aksi mogok nasional yang dilakukan ratusan ribu buruh se-Tangerang Raya ditanggapi dingin Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang. Apindo mengancam akan menutup perusahaan jika buruh terus melakukan aksi mogok.
Menurut Ketua Apindo Kota Tangerang Gatot Purwanto, dari setiap aksi demo buruh ini membuat produksi terhenti, sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. "Silakan saja buruh menyampaikan aspirasinya, asal jangan terus-terusan dan bahkan melakukan mogok massal begini," tambah dia.
"Kita sudah sangat khawatir dengan kondisi ini. Nanti kita bisa saja mengganti semua tenaga buruh dengan mesin semua kalau mereka selalu menggunakan cara ini (demonstrasi)," pungkas Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di MNC Tower, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Menurut Sofjan, saat ini, pihaknya sedang membicarakan masalah buruh ini dengan pemerintah dan serikat pekerja. Namun, dengan adanya demonstrasi ini, telah membuat sejumlah investor dan pengusaha khawatir. "Saya dari pagi sudah ditelepon banyak orang dari mana-mana, mereka khawatir soal demonstrasi ini," tambah dia.
Bahkan, menurutnya, sudah ada beberapa investor yang akan menutup pabriknya di Indonesia. "Sudah ada, dua dari Jepang satu Indonesia, mereka bergerak di bidang elektronika," ungkap Sofyan.
Sekedar informasi, aksi mogok nasional yang dilakukan ratusan ribu buruh se-Tangerang Raya ditanggapi dingin Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang. Apindo mengancam akan menutup perusahaan jika buruh terus melakukan aksi mogok.
Menurut Ketua Apindo Kota Tangerang Gatot Purwanto, dari setiap aksi demo buruh ini membuat produksi terhenti, sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. "Silakan saja buruh menyampaikan aspirasinya, asal jangan terus-terusan dan bahkan melakukan mogok massal begini," tambah dia.
(gpr)
Lihat Juga :