IPO, Express tawarkan harga Rp440-860/saham
Rabu, 03 Oktober 2012 - 13:36 WIB
IPO, Express tawarkan harga Rp440-860/saham
A
A
A
Sindonews.com - PT Express Transindo Utama (Persero) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 48,99 persen, pada harga Rp440-860 per lembar saham.
"Harga saham akan ditawarkan pada kisaran Rp440-860 per lembar saham," kata Direktur Utama PT Express Transindo Utama, Daniel Podiman di sela-sela acara paparan publik (public expose) di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dia menjelaskan, perkiraan perseroan mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 23 Oktober 2012, masa penawaran pada 25, 29 dan 30 Oktober 2012 dan tanggal penjatahan pada 1 November 2012. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 November 2012.
Dana dari hasil penjualan sebagian saham perseroan tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis, pembayaran utang perusahaan, akuisisi perusahan dan modal kerja. Dia merinci, sebesar 63 persennya akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lainnya.
"Sedangkan, 20 persen untuk pembayaran pokok pinjaman perseroan dan 16 persen akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan target. Dan sekitar 1 persennya untuk modal kerja perseroan," tutupnya.
"Harga saham akan ditawarkan pada kisaran Rp440-860 per lembar saham," kata Direktur Utama PT Express Transindo Utama, Daniel Podiman di sela-sela acara paparan publik (public expose) di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dia menjelaskan, perkiraan perseroan mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 23 Oktober 2012, masa penawaran pada 25, 29 dan 30 Oktober 2012 dan tanggal penjatahan pada 1 November 2012. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 November 2012.
Dana dari hasil penjualan sebagian saham perseroan tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis, pembayaran utang perusahaan, akuisisi perusahan dan modal kerja. Dia merinci, sebesar 63 persennya akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lainnya.
"Sedangkan, 20 persen untuk pembayaran pokok pinjaman perseroan dan 16 persen akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan target. Dan sekitar 1 persennya untuk modal kerja perseroan," tutupnya.
(rna)
Lihat Juga :