Luncurkan Food Truck Raffi Express, PT SKB Bangkitkan UMKM
Senin, 14 Juni 2021 - 08:16 WIB
loading...
CEO PT Sari Kreasi Boga Eko Pujianto saat merilis food truck di Kota Madiun, Jawa Timur, belum lama ini.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, PT Sari Kreasi Boga (SKB) terus berinovasi mengembangkan bisnisnya. Yang terbaru, perusahaan pemilik brand kebab Baba Rafi itu telah merilis food truck dengan tampilan eye catching dan modern.
CEO PT SKB Eko Pujianto mengatakan tahun ini pihaknya berencana merilis 100 unit food truck dan akan disebar di berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan makanan dan minuman itu akan bekerjasama dengan berbagai pihak guna mencapai target tersebut.
(Baca juga:Makin Ekspansif, Baba Rafi Buka Gerai Kesepuluh di India)
“Food truck pertama telah rilis di Kota Madiun, total ada 3 unit yang sudah beroperasi di sana (Madiun),” kata Eko kepada awak media, Minggu (13/6/2021). Setelah Kota Madiun, food truck dengan kombinasi warna merah kuning dan putih itu akan dirilis di Kota Kendari.
Eko mengatakan investasi satu unit food truck senilai Rp600 juta. Untuk operasional, kata Eko, PT SKB mengembangkan bisnis bersama pengelola daerah dan menjaring sumber daya manusia (SDM) dari warga lokal. “Untuk awal-awal kami berikan pendampingan, setelah itu mereka (orang daerah) harus siap jalan sendiri,” papar pria kelahiran Ponorogo itu.
CEO PT SKB Eko Pujianto mengatakan tahun ini pihaknya berencana merilis 100 unit food truck dan akan disebar di berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan makanan dan minuman itu akan bekerjasama dengan berbagai pihak guna mencapai target tersebut.
(Baca juga:Makin Ekspansif, Baba Rafi Buka Gerai Kesepuluh di India)
“Food truck pertama telah rilis di Kota Madiun, total ada 3 unit yang sudah beroperasi di sana (Madiun),” kata Eko kepada awak media, Minggu (13/6/2021). Setelah Kota Madiun, food truck dengan kombinasi warna merah kuning dan putih itu akan dirilis di Kota Kendari.
Eko mengatakan investasi satu unit food truck senilai Rp600 juta. Untuk operasional, kata Eko, PT SKB mengembangkan bisnis bersama pengelola daerah dan menjaring sumber daya manusia (SDM) dari warga lokal. “Untuk awal-awal kami berikan pendampingan, setelah itu mereka (orang daerah) harus siap jalan sendiri,” papar pria kelahiran Ponorogo itu.
Lihat Juga :