Indonesia perlu kembangkan sektor jasa

Rabu, 03 Oktober 2012 - 13:53 WIB
Indonesia perlu kembangkan...
Indonesia perlu kembangkan sektor jasa
A A A
Sindonews.com - Bank Pembangunan Asia (ADB/Asian Development Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia tahun 2012 dan 2013 akan melambat akibat menurunnya permintaan global yang terus berlangsung. Indonesia sendiri pada 2012 dan 2013 diproyeksikan akan tumbuh sebesar 6,3 persen dan 6,6 persen.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonominya, maka Indonesia memerlukan pendorong pertumbuhan ekonomi baru di samping sektor-sektor yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. ADB menyebut bahwa sektor jasa berpotensi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kita butuh sumber pertumbuhan ekonomi baru, ADB melihat bahwa ternyata sektor jasa dapat menjadi sumber pertumbuhan yang signifikan,” terang Ekonom ADB, Priasto Aji di Kafe Pisa, Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Priasto Aji menyebut bahwa produktivitas sektor jasa Indonesia saat ini masih rendah (kurang dari 5 persen) sebab masih didominasi sektor jasa konvensional seperti pedagang kaki lima, perhotelan, dan restoran.

Untuk meningkatkan produktivitas sektor jasa, perlu dikembangkan indutri jasa non-konvensional seperti perbankan atau teknologi informasi yang memiliki nilai tambah tinggi.

Pengembangan sektor jasa, menurut Priasto Aji akan berkorelasi positif dengan sektor lainnya seperti industri manufaktur dan dapat mengurangi angka kemiskinan. Kontribusi sektor jasa yang semakin besar akan mempercepat pemberantasan kemiskinan.

“Sektor jasa bisa mengembangkan sektor lainnya misalnya industri, menyerap banyak tenaga kerja sehingga bisa menekan angka kemiskinan,” simpul Priasto Aji.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
4 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
5 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
5 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
6 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved