Masalah KUR bukan bunga, tapi kemudahan akses
Rabu, 03 Oktober 2012 - 15:07 WIB
Masalah KUR bukan bunga, tapi kemudahan akses
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan klaim para pelaku UKM tidak bermasalah dengan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan oleh Perbankan. Menurutnya, dengan bunga KUR 22 persen untuk mikro, bisnis tersebut masih dapat berkembang.
"Pada dasarnya mereka tidak mempersoalkan suku bunga KUR yang berlaku," kata Syarifuddin di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Syarif mengaku kendala utama penyaluran KUR bukan terletak pada tingginya bunga KUR, akan tetapi pelaku UKM masih mengeluhkan susahnya akses kemudahan memperoleh kredit.
"Permasalahan bagaimana mereka memperoleh kemudahan dan dukungan memperoleh kredit, kalau bunga bukan prioritas bagi mereka," jelasnya.
Dirinya menyatakan, pemerintah akan tetap berupaya menurunkan suku bunga KUR. Namun, beberapa poin, seperti Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI), pasar uang serta efisiensi bank akan menjadi bahan pertimbangan.
Sementara itu, penyaluran kredit KUR sendiri cukup efektif, hal ini terbukti dari rendahnya Non Performing Loan (NPL) di bawah dua persen. "Semoga bisa terlaksana dan kita akomodir adanya wacana supaya suku bunganya bisa turun lagi," pungkasnya.
"Pada dasarnya mereka tidak mempersoalkan suku bunga KUR yang berlaku," kata Syarifuddin di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Syarif mengaku kendala utama penyaluran KUR bukan terletak pada tingginya bunga KUR, akan tetapi pelaku UKM masih mengeluhkan susahnya akses kemudahan memperoleh kredit.
"Permasalahan bagaimana mereka memperoleh kemudahan dan dukungan memperoleh kredit, kalau bunga bukan prioritas bagi mereka," jelasnya.
Dirinya menyatakan, pemerintah akan tetap berupaya menurunkan suku bunga KUR. Namun, beberapa poin, seperti Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI), pasar uang serta efisiensi bank akan menjadi bahan pertimbangan.
Sementara itu, penyaluran kredit KUR sendiri cukup efektif, hal ini terbukti dari rendahnya Non Performing Loan (NPL) di bawah dua persen. "Semoga bisa terlaksana dan kita akomodir adanya wacana supaya suku bunganya bisa turun lagi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :