ABM Investama pakai capex USD161,95 juta
Rabu, 03 Oktober 2012 - 18:34 WIB
ABM Investama pakai capex USD161,95 juta
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan energi terintegrasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM) telah memakai belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD161,95 juta hingga semester I tahun ini. Angka tersebut sekitar 55% lebih tinggi dibanding serapan capex pada periode yang sama tahun lalu senilai USD112,52 juta.
Capex perseroan yang sudah terpakai sebagian besar digunakan untuk investasi jangka panjang perseroan di segmen tambang. Untuk infrastruktur tambang, perseroan menginvestasikan dana sebesar USD90,81 juta atau naik 200% dari capex tahun sebelumnya senilai USD45,23 juta.
"Kami mengantisipasi peningkatkan permintaan global untuk energi dalam beberapa tahun kedepan. ABM telah dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang besar tersebut. Kami juga tengah mengkonsolidasikan fase investasi saat ini untuk menyiapkan infrastruktur,” jelas Direktur Utama ABMM Andi Djajanegara di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Sementara itu, anak usaha ABM, Reswara pada awal tahun ini telah menandatangani kontrak untuk pembangunan Barge Loading Conveyor System dengan nilai kontrak USD40,87 juta, yang akan menjadi sarana transportasi batubara.
Untuk segmen jasa, yaitu termasuk di dalamnya jasa sewa pembangkit listrik (SS) serta jasa sewa kapal (CKB) sebesar USD70,51 juta. Sedangkan belanja modal untuk pembangkit listrik ini lebih besar dari tahun lalu yang sebesar USD 56,57 juta, dan digunakan untuk meningkatkan pendapatannya sebesar 17,09 persen menjadi USD63,03 juta dari USD53,83 juta.
Capex perseroan yang sudah terpakai sebagian besar digunakan untuk investasi jangka panjang perseroan di segmen tambang. Untuk infrastruktur tambang, perseroan menginvestasikan dana sebesar USD90,81 juta atau naik 200% dari capex tahun sebelumnya senilai USD45,23 juta.
"Kami mengantisipasi peningkatkan permintaan global untuk energi dalam beberapa tahun kedepan. ABM telah dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang besar tersebut. Kami juga tengah mengkonsolidasikan fase investasi saat ini untuk menyiapkan infrastruktur,” jelas Direktur Utama ABMM Andi Djajanegara di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Sementara itu, anak usaha ABM, Reswara pada awal tahun ini telah menandatangani kontrak untuk pembangunan Barge Loading Conveyor System dengan nilai kontrak USD40,87 juta, yang akan menjadi sarana transportasi batubara.
Untuk segmen jasa, yaitu termasuk di dalamnya jasa sewa pembangkit listrik (SS) serta jasa sewa kapal (CKB) sebesar USD70,51 juta. Sedangkan belanja modal untuk pembangkit listrik ini lebih besar dari tahun lalu yang sebesar USD 56,57 juta, dan digunakan untuk meningkatkan pendapatannya sebesar 17,09 persen menjadi USD63,03 juta dari USD53,83 juta.
(rna)
Lihat Juga :