Pinjaman infrastruktur dipangkas

Kamis, 04 Oktober 2012 - 08:36 WIB
Pinjaman infrastruktur...
Pinjaman infrastruktur dipangkas
A A A
Sindonews.com – Pemerintah akan memangkas pinjaman luar negeri untuk membiayai proyek infrastruktur sebesar Rp19,5 triliun. Untuk itu, pemerintah akan memilah proyek-proyek yang dinilai betul-betul layak didanai dari pinjaman.

Deputi Bidang Pendanaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Wismana Adi Suryabrata mengatakan, proyek akan dipilah berdasarkan target penurunan defisit dan pinjaman.

“Kita pilih infrastruktur mana saja yang bisa dibiayai utang luar negeri. Yang kita pilih itu nanti pasti sesuai dengan target pengurunan defisit dan pinjaman,” katanya di Jakarta, Rabu (4/10/2012).

Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2013, pemerintah berencana menarik pinjaman luar negeri untuk pembiayaan sejumlah kegiatan prioritas maupun proyek yang ditargetkan sebesar Rp39,4 triliun.

Proyek yang akan dibiayai dengan pinjaman senilai Rp39,4 triliun tersebut antara lain kegiatan prioritas di kementerian/lembaga (K/L) Rp29,2 triliun, kegiatan yang diterus hibahkan kepada pemerintah daerah Rp3,2 triliun dan penerusan pinjaman kepada pemda maupun BUMN Rp6,9 triliun.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan mendiversifikasi pembiayaan proyek infrastruktur, terutama yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pendanaan akan difokuskan dari BUMN dan swasta sehingga tidak lagi membebani APBN.

Terpisah, Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) mengungkapkan, pada triwulan III/2012, belanja konstruksi nasional telah mencapai lebih dari Rp100 triliun, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua AKI Sudarto mengatakan, hingga akhir tahun diperkirakan target belanja konstruksi nasional mencapai Rp150 triliun. “Tingginya pertumbuhan belanja konstruksi ditopang oleh belanja konstruksi BUMN yang cukup signifikan tahun ini. Misalnya, pembangunan pelabuhan nasional,” kata Sudarto.

Dia menjelaskan, kondisi positif ini diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun mengingat proyek-proyek milik pemerintah penyerapannya cukup tinggi di akhir tahun. AKI juga memprediksi konstruksi nasional juga akan terus tumbuh tahun depan dengan semakin banyaknya proyek infrastruktur yang masuk dalam program MP3EI. Karena itu, dia berharap pemerintah memberikan dukungan penuh dalam mencari solusi kendala dan permasalahan di sektor konstruksi.

“Contoh paling nyata, banyak proyek yang dinilai bermasalah pemeriksaannya memakan waktu panjang, dan sering kali banyak instansi yang terlibat.Ini membuat prosesnya makin panjang,” tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
29 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
47 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
56 menit yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
57 menit yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved