Perbankan diminta garap industri kreatif

Kamis, 04 Oktober 2012 - 08:51 WIB
Perbankan diminta garap...
Perbankan diminta garap industri kreatif
A A A
Sindonews.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pengestu berharap perbankan memperluas pembiayaan sektor industri kreatif. Saat ini industri kreatif yang paling berkembang yakni fashion dan kriya.

Sedangkan, industri lain seperti desain arsitektur, film, animasi, musik dan fotografi atau yang disebut industri konten belum terlalu berkembang.

“Kita harap bank memperluas cakupan pembiayaan industri kreatifnya untuk industri ini,” ujar Mari dalam acara konferensi pers Pembukaan Pasar Indonesia di Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Mari mengakui, nilai industri konten tersebut masih kecil dikarenakan masihminimnya sumber daya manusia yang ada. Untukitu, pemerintahakan mendorong talenta di bidang tersebut. “Indonesia perlu belajar dari negara-negara lain seperti Jepang dan Korea,” katanya.

Sementara, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury mengatakan, hingga Agustus perseroan telah mengalokasikan Rp25 miliar dari Rp116 miliar dana kemitraan untuk pengembangan industri kreatif. “Itu berarti sekitar 25 persen, kita salurkan ke sana,” kata dia.

Konektivitas


Di sisi lain, Mari mengungkapkan, konektivitas menjadi salah satu perhatian utama menjelang diberlakukannya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Pemerintah meminta pelaku usaha pariwisata, seperti agen travel mengakomodasi kebutuhan wisatawan mancanegara (wisman) dengan membuat paket-paket wisata yang menarik.

“Contohnya, dari Australia ada permintaan agar penerbangan bisa menyediakan paket yang bisa membawa wisman Australia mengunjungi sejumlah kota dengan harga yang terjangkau. Sasarannya adalah para backpacker dan retirement tourism,” paparnya.

Menurut dia, kurangnya konektivitas penerbangan masih menjadi penghambat kedatangan wisman ke Indonesia.
Kendati demikian, pemerintah optimistis target mendatangkan 9 juta wisman tahun depan akan tercapai.

Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Korea, Kim Soo-il mengungkapkan, para pelancong di Korea banyak yang melirik Indonesia sebagai tujuan wisata.

“Selama ini Bali masih menjadi favorit. Tapi,karena biaya ke sana lebih mahal dan keterbatasan seat capacity, perlu dicari alternatif destinasi lain seperti Bintan,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Pemasaran Pariwisata Indonesia 2013 di Jakarta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Kelembagaan dan Kebijakan...
Kelembagaan dan Kebijakan Ekonomi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Kemenag Segera Miliki...
Kemenag Segera Miliki Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah
Kemendes PDT dan Transmigrasi...
Kemendes PDT dan Transmigrasi Ajak ISSF Sosialisasikan PP No. 11/2021 Terkait Kelembagaan BUMDES
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
52 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
1 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
1 jam yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
2 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved